Low Vision merupakan kelainan mata dimana mata kita tidak memiliki kemampuan yang maksimal untuk melihat (penglihatan subnormal) bahkan mendekati buta. Jadi penglihatan Low Vision ini termasuk penyakit mata yang berbahaya karena tidak bisa dikoreksi secara instan dengan kacamata atau lensa kontak biasa, bahkan dengan terapi atau operasi sekalipun.

Untuk lebih jelasnya, Anda bisa melihat seberapa bahayanya kondisi Low Vision disini -> Bahaya Low Vision

Mau tahu info lebih lanjut? Klik tombol di bawah ini!

Jenis-jenis penyakit mata yang bisa berujung menjadi Low Vision

Ada beberapa jenis penyakit mata tertentu yang bisa menyebabkan Low Vision. Penyakit mata yang mengakibatkan Low Vision adalah sebagai berikut;

  1. Degenerasi Makula.Degenerasi Makula terkait usia (Age-Related Macular Degeneration) adalah penyakit mata yang bermasalah di retina. Penyakit mata ini terjadi saat bagian retina yang disebut dengan Makula itu rusak atau bermasalah. Ketika Anda menderita penyakit mata Degenerasi Makula (AMD) ini, Anda akan kehilangan Central Vision. Central Vision itu sangat penting bagi kemampuan Anda untuk melihat seperti untuk membaca, melihat gambar, mengenali wajah, dan lain-lain.Penyakit mata Degenerasi Makula (AMD) menyebabkan Anda tidak bisa melihat objek secara detil atau terperinci, baik saat Anda melihat objek yang jauh atau yang dekat. Namun Peripheral Vision Anda (atau yang disebut dengan pandangan tepi) masih terbilang normal.Sebagai contoh, Anda ingin melihat jam pada jam tangan Anda. Jika Anda menderita Degenerasi Makula (AMD), maka Anda hanya bisa melihat angka jam-nya saja tapi Anda tidak melihat tangan Anda.Ada dua jenis penyakit mata Degenerasi Makula (AMD), yaitu;a. Degenerasi Makula Kering (Dry AMD)Tipe Degenerasi Makula yang satu ini cukup umum. Sekitar 80% (8 dari 10) orang yang menderita Degenerasi Makula mengalami yang tipe Dry AMD. Degenerasi Makula tipe ini terjadi saat bagian-bagian dari Makula itu menipis dan mulai tumbuh gumpalan-gumpalan kecil protein yang disebut Drusen.b. Degenerasi Makula Basah (Wet AMD)

    Tipe Degenerasi Makula yang satu ini sangat jarang ditemukan tapi jauh lebih serius dibandingkan tipe Degenerasi Makula yang kering (Dry AMD). Degenerasi Makula Basah terjadi jika ada pembuluh darah abnormal yang baru, bertumbuh di belakang retina. Pembuluh-pembuluh ini bisa mengeluarkan darah atau cairan-cairan lainnya sehingga bisa melukai Makula itu sendiri. Anda bisa buta secara cepat jika Anda menderita Degenerasi Makula tipe ini dibandingkan Degenerasi Makula kering.

    Banyak orang yang tidak menyadari mereka menderita penyakit mata Degenerasi Makula hingga penlglihatannya menjadi sangat kabur. Oleh sebab itu, kita harus melakukan Pemeriksaan Mata secara rutin ke Dokter Mata. Karena, Dokter Mata bisa mendeteksi secara dini penyakit mata yang membahayakan meskipun pasien tidak memiliki keluhan apa-apa.

    Siapa yang memiliki resiko menderita penyakit mata Degenerasi Makula?

    Anda mungkin saja bisa memiliki resiko penyakit mata Degenerasi Makula jika Anda;

    – Makan makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi, seperti yang terdapat pada daging, mentega, dan keju)
    – Obesitas
    – Merokok
    – berusia 50 tahun ke atas
    – keturunan dari keluarga yang memiliki penyakit mata Degenerasi Makula

    Jika Anda menderita Low Vision, masih ada jalan untuk memaksimalkan pandangan Anda dengan beberapa alat bantuan, seperti yang VIO Optical Clinic miliki. Bisa cek video penjelasan dari dr. Andri Agus Syah, OD. FPCO. FAAO di bawah ini.

    KLIK DISINI untuk subscribe channel youtube VIO Optical Clinic.

    dr. Andri Agus Syah, OD. FPCO. FAOO selaku Low Vision Therapist dari VIO Optical Clinic – Bekasi akan membantu Anda untuk melakukan rehabilitasi penglihatan Low Vision Anda. Sehingga Anda bisa memiliki penglihatan yang independen dan bisa melakukan aktivitas Anda sehari-hari tanpa memiliki kendala.

    Mau tahu infonya lebih lanjut?

  2. GlaukomaGlaukoma merupakan penyakit mata yang menyerang saraf optik. Biasanya terjadi ketika adanya tumpukan cairan pada bola mata Anda. Cairan-cairan tersebut meningkat sehingga menimbulkan tekanan pada bola mata yang mengakibatkan saraf mata kita rusak.Glaukoma adalah penyebab utama kebutaan untuk orang-orang yang berusia di atas 60 tahun.Namun, kebutaan dari penyakit mata Glaukoma bisa dicegah jika kita melakukan Pemeriksaan Mata rutin. VIO melayani pemeriksaan tekanan bola mata yang bertujuan untuk mendeteksi penyakit mata Glaukoma yang ditangani langsung oleh Dokter Mata dan Eyecare Specialist.Untuk info booking appointment pemeriksaan.Ada beberapa jenis glaukoma yang perlu Anda ketahui, untuk lebih lanjut bisa klik disini -> Glaukoma dan jenis-jenisnya.Ada beberapa orang yang penglihatannya masih terselamatkan dari penyakit mata Glaukoma karena dideteksi sejak dini, yaitu melalui Pemeriksaan Mata rutin. Sayangnya, ada yang sudah terlanjung bahkan tidak tertolong sehingga mereka harus menderita Low Vision. Penyakit mata Glaukoma yang dibiarkan bisa membuat kita kehilangan penglihatan secara permanen, loh!
  3. Retinopati diabetesOrang yang menderita diabetes bisa mengalami penyakit mata yang disebut dengan Retinopati Diabetes. Penyakit mata ini terjadi ketika tekanan gula darah yang tinggi merusak pembuluh darah di retina. Pembuluh darah ini bisa membengkak dan akhirnya bocor. Atau bisa juga menghalangi darah untuk mengalir. Terkadang, pembuluh darah baru yang abnormal bertumbuh di belakang retina. Perubahan-perubahan inilah yang bisa merenggut penglihatan Anda.Tahap-tahap penyakit mata Retinopati Diabetes

    Ada dua jenis tahap utama penyakit mata Retinopati Diabetes, yaitu;1. NPDR (Non-proliferative Diabetic Retinopathy)Tahap ini masih awal-awal dari penyakit Retinopati Diabetes. Banyak orang yang menderita diabetes akan mengalaminya. Efeknya pada si penderita adalah pandangannya akan semakin buram untuk melihat sekitarnya.

    2. PDR (Proliferative Diabetic Retinopathy)

    Tahap ini sudah yang paling akut. Hal ini terjadi ketika di retina tumbuh pembuluh darah baru. Jika bocor sedikit, Anda akan melihat floater. Namun jika bocornya banyak, maka bisa menghalangi pandangan Anda secara keseluruhan. Pembuluh darah ini akan mengakibatkan luka sehingga mengakibatkan ablasi retina.

    Retinopati diabetes tahap ini bisa merenggut pandangan tengah dan tepi (central dan peripheral) Anda.

    Gejala-gejala penyakit mata Retinopati Diabetes

    Anda bisa menderita Retinopati Diabetes dan mengetahuinya. Karena penyakit mata ini tidak menunjukkan adanya gejala apapun. Seiring dengan memburuknya penyakit mata ini, Anda kemungkinan bisa merasakan gejala seperti;

    – Sering melihat floater
    – Pandangan yang semakin kabur
    – Mengalami pandangan yang terkadang kabur, terkadang jelas.
    – Melihat adanya bintik hitam pada area lapang pandang Anda
    – Pandangan menjadi lebih buruk pada malam hari

    Retinopati diabetes bisa terjadi pada kedua mata kita, loh!

  4. Retinitis PigmentosaRetinitis Pigmentosa adalah penyakit mata yang menyerang retina mata. Kondisi ini merubah cara retina merespon cahaya sehingga susah untuk dilihat. Orang yang menderita Retinitis Pigmentosa akan semakin kehilangan kemampuannya untuk melihat. Walaupun, ujungnya tidak benar-benar menjadi buta.Penyebab terjadinya Retinitis PigmentosaRetinitis Pigmentosa adalah kondisi genetik yang artinya bisa diturunkan dari keluarga. Tipe dan kecepatan seseorang kehilangan penglihatannya akibat penyakit mata ini bervariasi dari orang ke orang. Tergantung bentuk kondisi penyakitnya pada orang tersebut seperti apa.

Kesimpulannya adalah, Anda harus rutin melakukan pemeriksaan mata minimal 6 bulan sekali sehingga kita bisa mencegah penyakit mata seperti ini sebelum semakin serius.

Walaupun sudah terlanjur dan Anda menderita kondisi Low Vision, masih ada solusi yang bisa VIO berikan agar penglihatan Anda bisa maksimal.

Kunjungi VIO Optical Clinic dan konsultasikan kondisi permasalahan mata Anda karena kami punya solusinya!

Untuk info booking appointment pemeriksaan mata dengan dokter, hubungi VIO cukup dengan satu klik;

Alamat: Ruko Asia Tropis AT 16 no. 51 Harapan Indah Bekasi