Vision Therapy – Gangguan dan masalah penglihatan akan memengaruhi seseorang dalam melakukan aktivitas. Gangguan yang paling sering dialami oleh seseorang adalah kelainan refraksi mata. Seseorang dengan gangguan refraksi mata akan memiliki pandangan yang buram saat melihat suatu benda atau objek. Gangguan penglihatan ini dapat disebabkan oleh perubahan bentuk bola mata, kornea, atau lensa mata yang sudah menua. Sehingga berakibat pada penglihatan yang menjadi kurang fokus. Gejala umum yang timbul akibat gangguan refraktif / refraksi yaitu penglihatan yang buram, berbayang atau bahkan ganda.

Apa Itu Gangguan Refraksi?

Refraksi mata merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses masuknya cahaya ke dalam mata hingga fokus pada retina. Pada proses penglihatan dimulai dengan adanya pantulan cahaya dari suatu objek yang ditangkap oleh mata. Ketika cahaya masuk ke dalam mata, lensa dan kornea mata akan menyesuaikan pantulan cahaya tersebut agar terfokus tepat pada retina. Apabila proses refraksi mata bekerja dengan baik, maka  maka kualitas penglihatan akan jelas dan fokus dengan baik. Sebaliknya, adanya gangguan ataupun kesalahan refraksi menyebabkan penglihatan yang buram, kabur dan tidak jelas.

Jenis Kelainan Refraksi

Kelainan refraksi mata bisa terjadi jika cahaya jatuh di depan atau di belakang retina, sehingga menyebabkan penglihatan anda menjadi buram. Selain itu, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh berubahnya bentuk kornea atau penuaan lensa mata. Kelainan refraksi merupakan gangguan penglihatan yang sangat umum terjadi.

  1. Rabun jauh (miopi)

Pada kondisi rabun jauh, anda dapat melihat objek yang jaraknya dekat secara jelas, namun kesulitan untuk melihat objek dengan jarak yang jauh. Rabun jauh atau miopi terjadi karena cahaya yang masuk ke mata jatuh tepat di depan retina. Risiko rabun jauh dengan tingkat yang berat dapat menyebabkan terjadinya  ablasi retina, katarak, dan glaukoma.

  1. Rabun dekat

Rabut dekat adalah kesalahan refraksi yang merupakan kebalikan dari rabun jauh.  Dimana penderita rabun dekat atau hipermetropi dapat melihat objek yang berada jauh dengan jelas, namun buram ketika melihat objek yang dekat. Kondisi rabun dekat dapat membuat seseorang kesulitan saat membaca tulisan dengan jarak yang dekat. Kesalahan refraksi ini terjadi akibat cahaya yang masuk ke mata jatuh di belakang retina. Selain itu, rabun dekat dapat menyebabkan terjadinya ketegangan otot mata, sehingga penderitanya akan merasa mudah pusing dan sakit kepala.

Baca Juga: Mengetahui Low Vision yang Menyebabkan Penurunan Fungsi Penglihatan

  1. Mata silinder

Gangguan penglihatan mata silinder dapat terjadi bersamaan dengan rabun dekat maupun rabun jauh. Mata silinder atau dikenal juga dengan astigmatisme merupakan gangguan penglihatan yang terjadi akibat cacat pada kornea atau kelengkungan lensa. Kondisi seperti ini dapat menyebabkan penglihatan seseorang menjadi kabur atau berbayang, baik ketika melihat benda dengan jarak yang dekat maupun jauh.

  1. Mata tua

Mata tua atau sering disebut dengan istilah presbiopi adalah suatu kondisi yang terjadi karena lensa mata menjadi kaku. Hal tersebut menyebabkan mata sulit untuk membiaskan dan memfokuskan cahaya yang masuk pada retina mata. Lensa mata yang kaku terjadi karena adanya proses penuaan yang terjadi. Umumnya, kondisi ini akan dialami oleh lansia atau orang dewasa yang berusia di atas 45 tahun.

Gejala Yang Timbul Akibat Kelainan Refraksi

Terdapat  beberapa gejala yang dapat menjadi tanda munculnya kelainan refraksi. Berikut ini gejala yang terjadi akibat kelainan refraksi.

  • Penglihatan kabur dan berbayang
  • Melihat adanya lingkaran cahaya di sekitar lampu terang
  • Sulit fokus saat membaca buku atau melihat komputer
  • Sering menyipitkan mata saat melihat
  • Sakit kepala
  • Mata terasa tegang

Vision Therapy Untuk Kelainan Refraksi

Dengan mendeteksi kelainan refraksi secara dini dan melakukan perawatan segera dapat menghentikan kondisi tersebut. Selain itu, juga dapat mencegah kondisi yang semakin memburuk dari kelainan refraksi yang terjadi. Langkah yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan mata kepada dokter ahli mata. Sehingga anda mendapatkan penanganan yang tepat seperti vision therapy. Umumnya, dalam kelainan refraksi digunakan lensa korektif seperti kacamata, kontak lens, ortho-k, ataupun prosedur bedah dan non bedah yang dibutuhkan.

Anda membutuhkan layanan kesehatan mata? Segera hubungi kami atau kunjungi Vio Optical Clinic. Kami memberikan layanan pemeriksaan kesehatan mata secara menyeluruh dengan peralatan medis canggih yang lengkap. Vio Optical Clinic memiliki staf profesional yang siap untuk memberikan pelayanan terbaik untuk anda. Percayakan kesehatan mata anda bersama layanan dari Vio Optical Clinic.