Klinik Mata BekasiSklera adalah anggota berwarna putih dan keras terhadap bola mata. Sklera yang terbentuk berasal dari jaringan ikat ini berfungsi untuk menjaga wujud bola mata dan memelihara anggota perlu di dalam mata, layaknya retina dan lensa mata.

Sklera ditutupi oleh konjungtiva, yaitu selaput lendir berwarna bening yang berfungsi untuk melumasi mata.

Sklera, Si Putih yang Melindungi Bola Mata

Sklera terdiri dari:

Episklera, yaitu jaringan ikat longgar yang letaknya pas di bawah konjungtiva.
Sklera, yaitu anggota putih terhadap mata.
Lamina fusca, yang terdiri berasal dari serat elastis dan berada di susunan dalam bola mata.
Selain berikan wujud dan menjaga susunan bola mata, sklera terhitung punya faedah lainnya, yaitu untuk memelihara anggota dalam mata berasal dari cedera dan paparan benda asing. Sklera mata terhitung merupakan daerah di mana otot-otot mata menempel, sehingga terlalu mungkin bola mata untuk bergerak.

Gangguan yang Sering Terjadi terhadap Sklera
Jika tidak dijaga kesehatannya, sklera sanggup mengalami bermacam macam kelainan yang mengganggu faedah mata. Berikut ini adalah beberapa penyakit terhadap sklera yang sering terjadi:

1. Skleritis
Skleritis adalah penyakit di mana sklera mata meradang. Peradangan ini sanggup berlangsung terhadap anggota depan atau pun anggota belakang bola mata.

Penyebab pasti suasana ini masih belum diketahui, tetapi skleritis sering kali dikaitkan bersama penyakit autoimun, layaknya lupus dan rheumatoid arthritis. Pada beberapa kasus, radang sklera terhitung bisa saja disebabkan oleh infeksi dan kelainan terhadap jaringan ikat.

Skleritis sanggup menimbulkan beberapa gejala, layaknya nyeri berat terhadap mata, mata merah, mata berair, penglihatan menjadi kabur, dan juga gampang silau atau sensitif terhadap cahaya.

2. Episkleritis
Episkleritis adalah peradangan yang berlangsung terhadap jaringan selaput yang membungkus sklera mata. Sama layaknya skleritis, penyebab episkleritis terhitung belum diketahui secara pasti.

Akan tetapi, episkleritis cenderung lebih sering dialami oleh orang yang menderita penyakit akibat peradangan, seandainya radang sendi, lupus, atau penyakit Crohn.

Peradangan ini memicu mata muncul merah, iritasi, dan kering. Mata terhitung sanggup jadi tidak nyaman dan perih, tetapi tidak separah skleritis. Penderita problem sklera ini terhitung umumnya tidak merasakan problem penglihatan.

3. Pinguecula & pterygium

Pinguecula adalah tumbuhnya benjolan atau selaput berwarna kuning atau kemerahan terhadap susunan bening di selama kelopak mata dan menutupi beberapa sklera. Jika sudah melebar hingga menutupi pupil mata, suasana ini disebut pterygium.

Penyakit sklera ini lazim berlangsung terhadap orang yang matanya sering terpapar sinar matahari, debu, angin, atau mengalami mata kering, secara berkepanjangan. Meski jarang memicu komplikasi yang berbahaya, terkecuali tidak langsung ditangani, suasana ini sanggup menutupi pupil mata dan mengganggu penglihatan.

Baca Juga :

Beragam Penyakit Retina Mata yang Perlu Anda Ketahui

Gejala-gejala pinguecula dan pterygium meliputi adanya sensasi terbakar terhadap daerah mata, mata jadi berpasir atau kemasukan benda asing, gatal, dan muncul kemerahan. Meski begitu, beberapa penderita problem sklera ini tidak merasakan gejala apa pun.

4. Perdarahan subkonjungtiva

Ketika mata mengalami peradangan, pembuluh darah di daerah konjungtiva menjadi lebih besar dan muncul jelas. Pembuluh darah tersebut cenderung rapuh dan gampang pecah. Apabila pembuluh darah terhadap konjungtiva pecah, suasana ini disebut perdarahan subkonjungtiva. Sklera yang mengalami suasana ini dapat muncul kemerahan.

Perdarahan subkonjungtiva sanggup berlangsung secara spontan tanpa penyebab yang jelas. Namun, ada beberapa perihal yang sanggup menambah risiko terjadinya perdarahan subkonjungtiva, layaknya cedera mata, sering bersin dan batuk, mengejan terlalu kuat, muntah, tekanan darah tinggi, sering menggosok mata, atau iritasi sebab pemanfaatan lensa kontak.

5. Cedera sklera
Sklera mata sanggup mengalami cedera atau kerusakan akibat benturan atau masuknya benda asing terhadap mata. Beberapa benda asing yang sering memicu cedera terhadap sklera mata adalah debu, pasir, serpihan kaca atau kayu, make up, atau percikan bahan kimia.

Saat terkena cedera sklera, mata sanggup jadi perih, nyeri, gatal, kemerahan, berair, hingga sukar memandang bersama jelas. Oleh sebab itu, cedera sklera yang menimbulkan keluhan berat wajib langsung ditangani oleh dokter mata.

6. Perubahan warna sklera
Sklera yang sehat dan normal berwarna putih. Namun terhadap beberapa kondisi, sklera sanggup berubah warna. Contohnya adalah sklera yang menjadi kekuningan akibat peningkatan bilirubin. Kondisi ini sering berlangsung terhadap orang yang punya penyakit hati.

Selain menguning, sklera terhitung sanggup berubah warna menjadi kebiruan atau nampak layaknya ada titik-titik hitam. Kondisi ini disebabkan oleh kelainan genetik yang disebut ocular melanocytosis.

Sklera mata kebiruan terhitung sanggup disebabkan oleh osteogenesis imperfecta, yaitu penyakit langka yang memicu tulang menjadi rapuh.

Umumnya perubahan warna mata ini tidak dapat menimbulkan keluhan lain. Namun seandainya muncul bintik-bintik berwarna kecoklatan atau hitam disertai problem penglihatan, nyeri terhadap mata, atau perubahan wujud mata, suasana ini bisa saja disebabkan oleh kanker mata melanoma yang berbahaya.