Low Vision – Dari kelima indera yang kita miliki, mata adalah indera terpenting dalam kehidupan kita. Dimana mata berfungsi untuk membantu kita memahami lingkungan sekitar kita melalui informasi visual. Ketika indra penglihatan kita mengalami masalah, tentu hal tersebut akan berpengaruh terhadap kehidupan kita. Ketika seseorang kehilangan kemampuan penglihatannya meski hanya dalam kategori rendah, namun akan sangat mempengaruhi kemampuan visual secara menyeluruh. Seperti halnya kondisi low vision, yang umumnya mempengaruhi penurunan kemampuan visual secara signifikan.

Ketahui Apa yang Disebut dengan Low Vision

Low vision adalah gangguan yang bisa terjadi akibat kondisi penyakit tertentu yang berkaitan dengan bidang visual. Kondisi ini ditandai dengan penglihatan yang buruk, seperti buram dan kabur yang tidak dapat diperbaiki dengan lensa korektif. Gangguan low vision dapat mempengaruhi kemampuan visual seseorang yang mengalami penurunan yang signifikan, dan dapat berakibat pada kebutaan. Ada beragam kondisi low vision yang bisa dialami seseorang. Hal tersebut bergantung pada kondisi penyakit yang menyertainya.

Kondisi low vision bisa semakin memburuk ketika tidak ditangani dengan benar. Meski seseorang bisa kehilangan bidang visual tertentu, namun alat bantu low vision dapat membantu mereka. Diperlukan pemeriksaan menyeluruh, sebelum anda menjalani perawatan untuk low vision. Keberhasilan perawatan bergantung pada keparahan kondisi dan faktor risiko yang mendukung perkembangan low vision. Walaupun begitu, dokter mata akan merekomendasikan alat bantu visual untuk mengoptimalkan sisa visual yang masih dimiliki.

Penyebab Umum Munculnya Low Vision

Pada umumnya, low vision terkait dengan manula yang memiliki usia di atas 60 tahun. Meski begitu, low vision juga dapat mempengaruhi anak-anak dan orang dewasa dari segala usia. Berikut ini adalah beberapa penyebab umum munculnya low vision, seperti:

1.     Degenerasi Makula Terkait Usia

Pada sebagian orang, makula atau pusat retina akan memburuk seiring bertambahnya usia. Karena retina bertugas memfokuskan objek dengan tepat, maka ketika area tersebut mengalami gangguan, akan berpengaruh terhadap penglihatan. Degenerasi makula dapat mempengaruhi kemampuan mengemudi, mengenali wajah, membaca, dan kegiatan lainnya. Kondisi ini membuat titik buta tepat di depan mata, serta menjadi penyebab utama kebutaan pada lansia yang diawali dengan low vision.

2.     Glaukoma

Ini adalah gangguan mata yang merusak saraf optik dari waktu ke waktu, dan bisa menyebabkan kehilangan penglihatan. Kerusakan ini terjadi bertahap yang disebabkan tekanan cairan internal yang tinggi di mata, akibat penumpukan cairan. Sangat penting untuk memeriksakan tekanan mata secara teratur untuk mendeteksi penyakit lebih awal. Ketika penyakit ini dapat dikontrol secara dini, maka bisa membantu memperlambat dan meminimalkan kehilangan penglihatan.

Baca Juga: Sudah Tahukah Anda Mengenai Orthokeratology Untuk Koreksi Penglihatan?

3.     Retinitis Pigmentosa

Penyakit mata ini secara progresif bisa menghancurkan penglihatan malam dan penglihatan tepi (penglihatan samping). Ini terjadi akibat kerusakan sel peka cahaya yang disebut batang dan kerucut di retina, lapisan peka cahaya di bagian belakang mata. Gejala pertama dari penyakit bawaan ini adalah rabun senja. Sayangnya, pasien yang didiagnosis dengan retinitis pigmentosa biasanya berkembang menjadi kebutaan total, seringkali pada usia 40 tahun.

4.     Retinopati Diabetik

Kondisi ini biasanya terjadi akibat diabetes dan menyebabkan kerusakan retina secara bertahap. Bahkan dapat menyebabkan kebutaan total jika tidak segera diobati. Tingginya kadar gula darah yang dialami oleh penderita diabetes dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah tubuh, termasuk yang ada di mata.

5.     Amblyopia

Kondisi ini juga dikenal sebagai mata malas, yaitu kurangnya perkembangan penglihatan sentral di satu mata. Meskipun bukan karena masalah kesehatan mata, terkadang penglihatan di satu mata gagal berkembang secara normal di masa kanak-kanak. Jika tidak diobati sampai dewasa, seringkali tidak mungkin untuk memperbaiki kondisinya.

6.     Cedera Otak Traumatis

Ini bisa meliputi trauma kepala, stroke, dan cedera otak. Yang mana dapat menyebabkan penglihatan kabur secara signifikan, serta terjadi perubahan bidang visual. Bahkan ketidaksejajaran mata, masalah persepsi kedalaman, sensitivitas silau, dan penurunan ketajaman visual.

Selain penyebab yang telah disebutkan di atas, masih ada penyebab lainnya seperti miopi tinggi hingga katarak. Untuk itu, selalu lakukan pemeriksaan mata rutin untuk mengetahui kondisi kesehatan mata anda.

Anda membutuhkan layanan kesehatan mata? Segera kunjungi Vio Optical Clinic. Kami memberikan layanan pemeriksaan kesehatan mata secara menyeluruh dengan peralatan medis canggih yang lengkap. Vio Optical Clinic memiliki staf profesional yang siap untuk memberikan pelayanan terbaik untuk anda. Percayakan kesehatan mata anda bersama layanan kesehatan mata dari Vio Optical Clinic.