Klinik Mata Jakarta – Low vision adalah sebuah kondisi di mata penglihatan pada organ mata tidak tampak jelas dan biasanya secara fisik ditandai dengan penderita menyipitkan mata ketika mengamati benda. Ingat pejudo asal Indonesia bernama Miftahul Jannah yang terkendala, karena menderita low vision? Pejudo tersebut merupakan bukti nyata bahwa low vision sama sekali tidak menghambat siapa pun untuk berkarya.

Orang dengan gangguan low vision ini bukan berarti sama sekali tidak bisa melihat, namun jarak pandang orang itu ke suatu benda benar-benar terbatas. Misal, orang tersebut masih bisa melihat benda dengan jarak lebih dari 3 m, maka benar adanya jika ia dikatakan sebagai penderita low vision.

Beda halnya ketika orang tersebut bahkan tidak bisa melihat jarak benda yang jauhnya kurang dari 3 meter, kategori ini disebut dengan orang yang sudah mengalami kebutaan. Pada dasarnya orang dengan gangguan low vision pernah mengalami kecelakaan tertentu dan tidak menggunakan alat bantu lihat.

Efek Low Vision Tidak Langsung Terasa

Jangan dulu merasa bangga karena kebiasaan kerap memainkan komputer, kerap bermain gadget sampai lupa waktu tidak mengakibatkan rasa apa pun pada mata. Sebab dampak yang diakibatkan dari kebiasaan tersebut tidak akan langsung terasa. Bisa belasan atau puluhan tahun kemudian baru terasa.

Apalagi kalau sifatnya menyepelekan, dalam arti pandangan sudah terasa kabur, namun karena masih bisa menjangkau hal-hal tertentu, akhirnya tidak menanganinya langsung ke dokter. Hal seperti ini juga bisa menjadi pemicu terjangkitnya low vision kepada seseorang di waktu-waktu yang tidak ditentukan.

Baca juga : Kenali Penyebab dan Gejala Low Vision

Jika terlambat dilakukan penanganan, dampaknya bisa sangat krusial. Seperti orang tersebut akan kesulitan saat makan, saat berjalan, bahkan ketika harus mencari pekerjaan. Sebab low vision itu suatu keadaan di mana mata tidak bisa disembuhkan dengan total melalui cara apa pun, termasuk operasi.

Hanya alat bantu yang bisa menanggulangi penderita low vision, itu pun tugasnya untuk membantu saja, bukan mengobati. Low vision memang bukan kebutaan, namun gejalanya yang tidak bisa diobati dengan apapun membuat orang dengan derita low vision sangat amat terbatas segala ruang dan gerakannya. Ini kenapa orang yang menderita lovi tidak bisa optimal ketika beraktivitas untuk sehari-hari.

Kuman Penyebab Low Vision

Low vision hanya satu jenis gangguan pada mata yang di samping itu masih banyak lagi gangguan mata lainnya. Katakan saja floaters atau kondisi di mana seseorang melihat benda-benda seperti melayang. Kedua penyakit ini disebabkan oleh tumbuhnya parasit pada retina yang memengaruhi penglihatan.

Jika kerusakannya sudah menyentuh retina, itu artinya tidak ada penyembuhan yang absah, artinya retina tidak bisa kembali seperti sedia kala kalau sudah rusak. Kerusakan pada retina biasanya terjadi akibat paparan kuman toxoplasma yang sumbernya kalau ditelusuri datang dari kotoran kucing.

Mungkin seseorang yang terkena toxolasmosis tidak menerima kontak langsung dengan kucing, namun kandungan dari feses kucing yang jaraknya dekat dengan makanan bisa menjadi sebabnya. Makanan bisa mudah terkontaminasi dengan kandungan kuman toxoplasma pada feses kucing. Sehingga ketika dikonsumsi oleh seseorang, tumbuhlan parasit tersebut di dalam tubuh dan menyerag organ mata.

Kumah toxoplasma bisa menyembunyikan diri selama beberapa waktu sebelum akhirnya menyerang retina mata. Ini kenapa kita semua patut mewaspadai berbagai kemungkinan, termasuk diantaranya menjauhkan makanan dari kucing. Memelihara kucing itu tidak masalah, asalkan kebersihan dan kesehatannya benar-benar terperhatikan. Sebab dampaknya bisa berkepanjangan untuk kesehatan.