Klinik Mata BekasiMata adalah salah satu organ mutlak bagi kehidupan manusia. Mata berfaedah sebagai organ untuk memandang warna warni dunia, serta hubungan secara sosial di dalam kehidupan bermasyarakat. Seberapa sering kita melaksanakan pemeriksaan

mata bersama target untuk memperoleh pengelihatan optimal? Gangguan pengelihatan sanggup dialami oleh anak-anak dan orang dewasa bahkan hingga lanjut usia. Gangguan pengelihatan memberi pengaruh negatif tidak hanya terhadap individu

namun juga keluarga, bahkan hingga membawa dampak kebutaan. Hal ini tentu saja berdampak kepada masalah sosioekonomi.

Tanggal 10 Oktober 2019 tempo hari kita merayakan hari kesegaran mata sedunia, yang disebut sebagai “World Sight Day”. Hari ini jatuh setiap hari kamis minggu ke-2 di bulan Oktober. Data dari WHO menyebutkan paling sedikit 2,2 miliar orang

mempunyai masalah pengelihatan, di mana 1 miliar orang bersama masalah pengelihatan sanggup dicegah. Pemahaman berkenaan kesegaran merupakan sebuah investasi untuk mencegah disabilitas dan meningkatkan produktivitas.

Survei yang ditunaikan terhadap tahun 2014-2016 bersama metode RAAB (Rapid Assessment of Avoidable Blindness) di 15 provinsi di Indonesia, menunjukkan bahwa prevalensi kebutaan terhadap penduduk di atas 50 tahun capai angka 3%.

Penyebab kebutaan terbanyak di Indonesia adalah katarak yang belum dioperasi (82%) bersama prevalensi 1,6%. Lebih dari 90% kebutaan di Indonesia meruapakan kebutaan yang sanggup dihindari.

Lalu apa langkah yang sanggup ditunaikan untuk capai pengelihatan yang optimal? Pemerintah mempunyai program “Vision 2020: Right to Sight”, sebuah program world yang digagas oleh WHO yang memiliki tujuan untuk eliminasi penyebab kebutaan

sebagai masalah di penduduk terhadap tahun 2020. Program ini mempunyai tiga strategi: (1) mengontrol penyakit, (2) pengembangan sumber kekuatan manusia yang memadai, (3) infrastruktur dan teknologi yang memadai.

Baca Juga :

Kenali 5 Tanda Balita Perlu Memakai Kacamata

Sebagai penduduk langkah apa yang sanggup kita melaksanakan untuk menopang program ini? Pertama, melaksanakan jenis hidup sehat. Gaya hidup sehat salah satunya bersama berolahraga secara teratur dan tertib serta makan makanan yang

bergizi seimbang. Salah satu semisal adalah diabetes yang sering didapatkan terhadap masyarakat. Diabetes yang tidak terkontrol sanggup membawa dampak kekeruhan terhadap lensa bahkan masalah terhadap saraf mata.

Kedua, melaksanakan pemeriksaan mata secara berkala. Pemeriksaan mata berkala sanggup jadi sebuah tindakan untuk deteksi dini masalah pengelihatan dan pemeriksaan penyakit. Pertambahan umur sanggup membawa dampak problem

terhadap mata. Permasalahan yang sering berjalan terhadap anak-anak adalah penggunaan kacamata. Hal ini sanggup dipicu gara-gara masa globalisasi, dimana penggunaan teknologi gadget terlalu mempengaruhi kemampuan mata untuk melihat.

Pada orang dewasa sanggup berjalan masalah katarak, glaukoma, bahkan masalah terhadap saraf mata. Semua ini diperlukan pemeriksaan teratur untuk mencegah perburukan dari penyakit yang sanggup menimbulkan kebutaan.

Ketiga, penduduk yang mempunyai problem bersama mata, direkomendasikan untuk melaksanakan pemeriksaan ke service kesegaran layaknya puskesmas atau tempat tinggal sakit. Seringkali didapati penduduk kurang sadar penyakit yang diderita

dan membeli obat-obat yang dijual secara bebas. Pemakaian obat yang tidak tepat sanggup membawa dampak masalah pengelihatan itu sendiri, bahkan hingga menimbulkan kebutaan permanen.

Maka dari itu, mutlak bagi penduduk untuk mempunyai pemahaman terhadap kesegaran mata.

adalah suatu semboyan yang patut ditanamkan terhadap diri kita. Pencegahan terhadap penyakit tidak hanya memberikan pengaruh positif terhadap diri sendiri namun juga keluarga dan masyarakat.