Klinik Mata JakartaMata adalah jendela jiwa yang pancarkan pesona tersendiri. Karena itu, beberapa orang enggan menyembunyikannya di balik kacamata. Lensa kontak jadi alternatif pilihan untuk menunjang penglihatan sekaligus memperindah mata. Namun, tahukah Anda risiko yang mengintai pengguna lensa kontak?

Pengguna lensa kontak memang berpotensi terinfeksi bakteri, jamur, atau mikroba lainnya. Namun, bukan artinya Anda mesti bermusuhan bersama lensa kontak. Lensa kontak merupakan salah satu peralatan medis yang paling safe disaat digunakan secara bertanggung jawab.

Pengguna Lensa Kontak Harus Tahu Risikonya – Alodokter

Berikut ini adalah beberapa perihal yang mesti diperhatikan sebelum akan Mengenakan kontak lensa.

Sebaiknya Anda berkonsultasi bersama dokter mata khususnya dahulu. Pilihlah model lensa kontak yang paling sesuai bersama kebutuhan, kenyamanan Anda dan anjuran berasal dari dokter. Secara umum, tersedia dua model lensa kontak, pada lain:
Soft Contact Lenses

Seperti namanya, lensa model ini lembut dan lentur agar nyaman digunakan. Namun, soft lens lebih rapuh dan mesti dibersihkan lebih kerap daripada hard lenses karena terbuat berasal dari bahan silicone hydrogel, yakni model plastik lembut yang mampu menyerap banyak air.

Hard Contact Lenses

Berkebalikan berasal dari soft lens, hard lens memiliki wujud yang lebih kaku dan keras, tetapi mengimbuhkan penglihatan yang lebih tajam. Selain itu, lensa ini memiliki pori-pori yang terlalu mungkin oksigen meraih kornea. Hal ini mampu mengurangi kasus yang disebabkan disaat kornea tidak mendapat memadai oksigen. Lensa kontak ini biasanya tidak dijual bebas di pasaran, melainkan di dokter mata atau klinik tertentu mata. Harganya pun relatif lebih mahal.

Rawatlah lensa kontak Anda bersama melindungi kebersihannya, baik sementara gunakan maupun menyimpan. Perhatikan anjuran pemakaian lensa. Selain itu, jagalah kebersihan tangan Anda bersama mencuci tangan sebelum akan dan sehabis menempatkan lensa kontak.

Bila Anda dambakan berdandan, sebaiknya Mengenakan lensa kontak khususnya dahulu.
Lepaskan lensa kontak sebelum akan tidur dan sebelum akan berenang untuk mengurangi risiko iritasi dan infeksi.
Hindari normalitas merokok, karena para perokok lebih berisiko mengalami infeksi mata disaat gunakan lensa kontak.
Jangan share lensa kontak bersama orang lain.

Ganti lensa kontak Anda secara tertib sesuai anjuran dokter atau ketetapan pemakaian merek lensa kontak Anda.
Cuci dan bersihkan lensa kontak Anda secara tertib bersama cairan pembersih yang tepat.
Jangan gunakan lagi cairan pembersih yang sudah digunakan atau sudah

Baca Juga :

Yuk, Jaga Kesehatan Jaringan Epitel Mata untuk Mencegah Abrasi Kornea!

Bersihkan daerah penyimpan lensa kontak secara tertib bersama sikat dan cairan lensa kontak.
Jangan bersihkan lensa kontak bersama air liur atau air keran.
Jika Anda mengalami gejala iritasi atau infeksi pada mata, lakukan langkah-langkah berikut:

Lepaskan lensa kontak mata segera. Simpan lensa kontak pada daerah yang benar dan bersih.
Periksakan diri ke dokter mata untuk mendapat diagnosis yang pas dan pengobatan yang sesuai.
Apa Saja Risiko berasal dari Penggunaan Kontak Lensa?
Jika tidak melindungi kebersihan lensa kontak bersama baik, pemakainya dapat lebih berisiko mengalami infeksi dan gangguan pada mata lainnya. Berikut ini beberapa keadaan dan hal-hal yang mesti diperhatikan pengguna lensa kontak.

Konjungtivitis

Kondisi ini ditandai bersama lapisan paling luar mata yang jadi merah. Konjungitivitis atau ‘mata merah’ mampu disebabkan oleh infeksi bakteri atau iritasi berasal dari lensa kontak. Selain merah, mata juga jadi berair

Keratitis

Keratitis merupakan peradangan pada kornea mata. Penyebabnya pada lain cedera ringan akibat pemakaian lensa kontak terlalu lama, infeksi bakteri, virus, jamur atau parasit akibat proses pembersihan lensa kontak yang tidak benar. Menggunakan lensa kontak terus-menerus, sementara berenang atau gunakan air untuk bersihkan lensa kontak mampu meningkatkan risiko terkena keratitis.

Gejala keratitis berupa mata merah, mulai perih, sukar membuka kelopak mata, penglihatan buram, sensitif pada cahaya, dan mulai layaknya tersedia suatu hal di dalam mata.

Jika tidak segera diobati, keratitis mampu berujung pada gangguan penglihatan permanen atau bahkan kebutaan.

Sindrom Mata Kering

Menggunakan lensa kontak terlalu lama, atau berada di ruangan bersama pendingin, dan meremehkan anjuran pemakaian lensa kontak mampu sebabkan sindrom mata kering.

Sindrom mata kering merupakan keadaan umum disaat mata tidak memproduksi memadai air mata, atau air mata jadi terlalu cepat kering. Hal ini sebabkan peradangan dan iritasi pada mata. Pada tahap yang tidak serius, Anda mampu mengimbuhkan tetes mata. Namun pada tahap serius, Anda barangkali perlu penanganan medis.

Kondisi ini mampu terjadi pada ke dua mata dan memiliki gejala berikut:

Mata merah.
Mata mulai kering, berpasir, atau rasa sakit yang memburuk sepanjang hari.
Penglihatan buram yang mampu membaik kalau mengedipkan mata.
Sulit membuka mata disaat bangun tidur.
Abrasi Kornea

Lensa kontak yang kotor mampu sebabkan kornea mata tergores atau abrasi. Hal ini sebabkan rasa sakit yang parah dan tidak nyaman. Jika tidak segera ditangani mampu sebabkan penurunan penglihatan menetap.

Jika Anda tidak sesuai untuk gunakan lensa kontak, sebaiknya jangan memaksakan diri. Pakailah kacamata yang sesuai bersama keperluan mata, dan kenyamanan Anda. Selain itu, jagalah senantiasa kesehatan mata bersama mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan banyak vitamin untuk mata, dan juga memadai istirahat.