Klinik Mata JakartaPresbiopi adalah keadaan mata yang kehilangan kekuatan fokus secara bertahap, untuk memandang objek pada jarak dekat. Presbiopi terhitung merupakan tidak benar satu perihal yang bakal dirasakan manusia sebagai bagian dari sistem penuaan tubuh secara alami. Biasanya seseorang baru mengetahui bahwa dirinya menderita presbiopi, kala mesti jauhi lengan sehingga sanggup membaca buku atau koran.

Presbyopia

Gejala Presbiopi
Presbiopi berkembang secara bertahap, sebab itu seseorang kadang baru mengetahui gejalanya sesudah melalui umur 40 tahun. Beberapa gejala yang kebanyakan dialami oleh penderita presbiopi adalah:

Kebiasaan menyipitkan mata
Butuh lampu lebih terang kala membaca.
Kesulitan membaca huruf yang berukuran kecil.
Penglihatan kabur ketika membaca pada jarak normal.
Sakit kepala atau mata menegang sesudah membaca didalam jarak dekat.
Kecenderungan untuk memegang objek lebih jauh, sehingga huruf lebih mengetahui terbaca.
Penyebab Presbiopi
Proses memandang dimulai kala mata menangkap sinar yang memantul dari suatu objek. Cahaya tadi bakal menembus selaput bening mata (kornea), dan diteruskan ke lensa yang terdapat di belakang selaput pelangi (iris). Kemudian, lensa bakal membengkokkan sinar sehingga fokus ke retina, yang bakal merubah sinar jadi tanda listrik. Sinyal listrik ini bakal dikirim ke otak, yang bakal produksi tanda jadi sebuah gambar.

Baca Juga :

Apa Yang Dimaksud Dengan Blefaritis Pada Mata

Lensa mata dikelilingi otot yang berbentuk elastis, sehingga sanggup merubah wujud lensa untuk memfokuskan cahaya. Namun sejalan bertambahnya usia, otot di kurang lebih lensa mata bakal kehilangan elastisitasnya dan mengeras. Kondisi mengerasnya otot-otot lensa itu lah yang mengakibatkan presbiopi. Lensa jadi kaku dan tidak sanggup berubah bentuk, mengakibatkan sinar yang masuk ke retina tidak fokus.

Faktor Risiko Presbiopi
Ada lebih dari satu faktor yang memperbesar risiko seseorang menderita presbiopi, yaitu:

Usia. Hampir seluruh orang bakal mengalami gejala presbiopi sesudah umur 40 tahun.
Obat-obatan. Beberapa obat seperti antihistamin, antidepresan, dan diuretik dihubungkan bersama gejala presbiopi prematur, yakni presbiopi pada individu di bawah umur 40 tahun.
Penyakit. Diabetes, multiple sclerosis, atau penyakit jantung dan pembuluh darah sanggup meningkatkan risiko presbiopi prematur.
Diagnosis Presbiopi
Untuk mendiagnosis presbiopi, dokter bakal menggerakkan pengecekan mata uji refraksi. Uji refraksi bakal memilih apakah pasien menderita presbiopi atau masalah mata lain, seperti rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme.

Dokter terhitung bakal mengimbuhkan obat tetes mata untuk melebarkan pupil mata, sehingga lebih ringan memeriksa bagian didalam mata. Pada pasien bersama faktor risiko penyakit mata, seperti diabetes, pengecekan mata mesti dilakukan lebih sering.

Dokter terhitung bakal memberi saran pengecekan mata lengkap secara berkala, pada umur berikut:

Di bawah 40 tahun: tiap 5-10 tahun
40-54 tahun: tiap 2-4 tahun
55-64 tahun: tiap 1-3 tahun
65 tahun ke atas: tiap 1-2 tahun.