Klinik Mata JakartaNistagmus adalah situasi bola mata yang bergerak cepat dan tidak terkendali. Kondisi ini bisa mengakibatkan masalah penglihatan seperti pandangan yang kabur atau tidak fokus.

Gejala Nistagmus
Pada umumnya, mata bergerak secara horizontal (sisi ke sisi), tapi mata termasuk bisa bergerak vertikal (atas-bawah) atau torsional (berputar). Hal berikut mengakibatkan penderita kerap mengarahkan kepalanya ke posisi tertentu, sehingga penglihatan selamanya terfokus.

Nistagmus kebanyakan terjadi di ke dua mata, tapi termasuk bisa terjadi hanya di satu mata. Kecepatan mata saat berputar termasuk begitu banyak ragam pada tiap penderita. Sejumlah tanda-tanda lain yang bisa dialami penderita nistagmus adalah:

Gangguan penglihatan
Gangguan keseimbangan
Mata peka pada cahaya
Merasa tempatnya berpijak bergetar
Sulit melihat didalam gelap
Pusing.
Penyebab Nistagmus
Nistagmus terjadi disaat bagian otak atau telinga bagian didalam (labirin) yang mengatur pergerakan mata tidak berguna normal. Secara garis besarnya, nistagmus dibagi ke didalam dua kategori, yaitu:

Infantile nystagmus syndrome (INS)

INS adalah nistagmus yang terjadi akibat faktor keturunan. Pada umumnya, INS terjadi pada 6 minggu hingga 3 bulan pertama sesudah kelahiran. INS kebanyakan mudah dan tidak berkembang jadi parah. Oleh karena itu, orang tua berasal dari anak penderita INS lazimnya tidak menyadari dengan situasi ini. Pada masalah yang jarang terjadi, INS bisa dipicu oleh penyakit keturunan pada mata, bila optic nerve hypoplasia atau pertumbuhan saraf optik yang tidak sempurna, dan aniridia (kondisi tidak terdapatnya iris pada mata).

Baca Juga :

Pengertian Penyakit Floaters Pada Mata

Acquired nystagmus

Acquired nystagmus adalah nistagmus yang terjadi akibat terdapatnya masalah pada labirin. Terdapat sejumlah situasi yang berpotensi mengakibatkan acquired nystagmus, yaitu:

– Cedera pada kepala

– Konsumsi alkohol berlebihan

– Penyakit telinga bagian dalam, bila penyakit Meniere

– Penyakit mata, seperti katarak dan strabismus

– Penyakit pada otak, bila multiple sclerosis, tumor otak, atau stroke.

– Kekurangan vitamin B12

– Efek samping obat phenytoin.

Diagnosis Nistagmus
Dokter bisa menduga pasien mengalami nistagmus, bila terkandung sejumlah tanda-tanda yang udah dijelaskan sebelumnya. Namun untuk memastikannya, dokter bakal menggerakkan pengecekan fisik.

Pemeriksaan fisik dilaksanakan dengan meminta pasien berputar sepanjang 30 detik. Setelah berhenti berputar, pasien bakal diminta untuk menatap suatu objek. Pada pasien yang mengalami nistagmus, mata bakal bergerak perlahan ke satu arah, kemudian bergerak cepat ke arah berlawanan.

Bila diperlukan, dokter bakal melakukan pengecekan penunjang, seperti:

Tes darah. Tes darah dilaksanakan untuk memeriksa apakah pasien kekurangan vitamin B12.
Tes pencitraan. Dokter bakal menggerakkan CT scan atau MRI pada bagian kepala, peranan melihat apakah nistagmus yang dialami pasien disebabkan oleh kelainan pada susunan otak.