Otot Mata Kelelahan: Minus Tanpa Kacamata Bisa Memicu Nyeri Mata dan Pusing

Klinik Mata Jakarta – Karena beberapa orang percaya masih bisa melihat meskipun tanpa kacamata, banyak orang yang rabun jauh kadang-kadang melepas kacamata minus mereka. Namun, perilaku ini seringkali menyebabkan ketidaknyamanan yang semakin parah seiring waktu. Tanpa kacamata minus mungkin memiliki efek yang tidak disadari pada aktivitas Anda. Orang sering menganggap bahwa gangguan penglihatan adalah masalah […]

Klinik Mata Jakarta – Karena beberapa orang percaya masih bisa melihat meskipun tanpa kacamata, banyak orang yang rabun jauh kadang-kadang melepas kacamata minus mereka. Namun, perilaku ini seringkali menyebabkan ketidaknyamanan yang semakin parah seiring waktu. Tanpa kacamata minus mungkin memiliki efek yang tidak disadari pada aktivitas Anda. Orang sering menganggap bahwa gangguan penglihatan adalah masalah kecil yang bisa ditoleransi. Mata sebenarnya harus bekerja lebih keras dari biasanya akibat penyakit ini. Baca percakapan di bawah ini untuk memahami lebih baik dampak tidak memakai kacamata bagi penderita miopia.

Bagaimana Kacamata Miopia Bekerja?

Apakah penderita miopia perlu memakai kacamata? Pertanyaan ini sering muncul karena banyak orang tidak memahami bagaimana kacamata sebenarnya berfungsi. Penting untuk memahami bahwa kacamata miopia membantu mengarahkan cahaya ke mata dengan arah yang benar sehingga fokus kembali ke retina. Proses ini meningkatkan kejernihan objek yang sebelumnya kabur. Lensa kacamata miopia dirancang khusus untuk menyebarkan cahaya sebelum mencapai mata. Penglihatan yang jelas dapat dipulihkan dengan memindahkan titik fokus cahaya ke belakang hingga tepat di permukaan retina.

Kacamata tidak hanya memudahkan fokus cahaya, tetapi juga mengurangi ketegangan pada otot mata, sehingga mata tidak perlu terus-menerus berusaha keras untuk melihat objek jauh. Karena itu, masalah seperti migrain, ketegangan mata, dan kelelahan mata dapat berkurang dengan menggunakan kacamata yang tepat.

Dampak Tidak Menggunakan Kacamata Miopia dalam Jangka Pendek

Berikut adalah beberapa konsekuensi umum dari tidak menggunakan kacamata miopia:

Ketegangan atau kelelahan mata

Mata miopia harus bekerja lebih keras untuk memfokuskan objek yang buram saat tidak menggunakan kacamata minus. Meskipun tugas tersebut tidak terlalu berat, usaha ini membuat otot mata tegang dengan cepat, berair, dan membuat Anda merasa lelah.

Sakit kepala atau pusing

Kebiasaan melepas kacamata membuat mata dan otak orang miopia lebih sulit fokus pada objek yang buram. Tegangan dari usaha ini dapat menyebabkan sakit kepala atau pusing. Gejala ini biasanya muncul setelah membaca, mengemudi, atau menghabiskan banyak waktu di depan layar.

Penglihatan kabur atau tidak fokus

Tanpa kacamata, objek terlihat kabur karena cahaya yang masuk ke mata miopia tidak jatuh langsung di retina. Kondisi ini membuat Anda kesulitan menjaga fokus, terutama saat fokus pada detail kecil atau objek jauh. Akibat penglihatan yang tidak stabil, Anda akan sering mengernyitkan mata atau mendekatkan objek untuk melihatnya lebih jelas.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Ketika Pusing Disertai dengan Mata Buram?

Nyeri mata

Nyeri di area mata akibat otot-otot yang kelelahan adalah konsekuensi jangka pendek lain dari tidak menggunakan kacamata untuk miopia. Otot-otot di sekitar mata mengalami tekanan lebih saat mata terus berusaha fokus, yang menyebabkan rasa panas atau nyeri.

Konsekuensi Jangka Panjang Tidak Menggunakan Kacamata Miopia

  • Bagi penderita miopia, tidak menggunakan kacamata dapat memiliki konsekuensi jangka panjang yang lebih merugikan bagi penglihatan Anda.
  • Seiring waktu, tekanan pada otot dan sistem visual meningkat ketika mata terus dipaksa bekerja keras untuk menangkap fokus yang kabur.

Jika kondisi ini berlangsung terlalu lama, dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti penurunan kemampuan belajar atau produktivitas, terutama pada anak-anak yang kesulitan membaca tulisan di papan tulis. Karena gangguan penglihatan membuat mengemudi dan bersepeda lebih sulit, dapat juga meningkatkan risiko keamanan.

Selain itu, gangguan penglihatan yang lebih serius berpotensi terjadi. Ini termasuk kemungkinan mengembangkan masalah yang lebih parah seperti glaukoma dan lepasnya retina, terutama pada individu dengan miopia tinggi, serta kemungkinan astigmatisme terbentuk dan miopia berkembang lebih cepat.

Apakah Anda dan keluarga membutuhkan layanan kesehatan mata? Segera kunjungi Vio Optical Clinic. VIO Optical Clinic adalah Eyecare yang profesional dan juga terpercaya yang selalu ada untuk membantu Anda dan keluarga meningkatkan kualitas penglihatan menjadi lebih baik melalui layanan Vision Therapy, salah satunya adalah terapi Ortho K (Orthokeratology) untuk terapi pengobatan dan mengurangi tingkat minus seseorang yang mengalami mata minus atau rabun jauh.

VIO Optical Clinic sudah didirikan sejak tahun 2013 terletak di Harapan Indah dan Grand Galaxy City – Bekasi dan berada di bawah naungan Dokter Optometri lulusan Cebu Doctor University Phillipine yang berpengalaman. Selain itu, juga mendapatkan sertifikasi oleh Fellow American Academy of Optometry (FAAO) serta memiliki spesialisasi di bidang Vision Therapy (Terapi Penglihatan) yang memiliki kualitas skala internasional. Tidak hanya Dokter Optometri, VIO Optical Clinic juga bekerja sama dengan para Dokter Spesialis Mata yang juga siap membantu Anda dan keluarga untuk menangani berbagai permasalahan pada mata.

VIO Optical Clinic juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan mata secara menyeluruh dengan peralatan medis canggih yang lengkap. Jadi, percayakan kesehatan mata Anda dan/ keluarga bersama layanan kesehatan mata dari Vio Optical Clinic. Dan jangan lupa kunjungi juga channel kami VIO OPTICAL Clinic untuk melihat lebih dekat profesionalitas kami dalam perawatan kesehatan mata keluarga Indonesia.