Mengenal Miopia Aksial: Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Bola Mata saat Minus?

Klinik Mata Bekasi – Miopia aksial adalah jenis rabun jauh yang paling banyak ditemukan. Hal ini terjadi ketika panjang aksial atau jarak antara kornea dan bagian belakang mata-terlalu panjang dibandingkan dengan kekuatan fokus kornea dan lensa. Akibatnya, cahaya terfokus di depan retina, bukan di retina. Hal ini menyebabkan miopia, juga disebut sebagai rabun jauh, yaitu penglihatan kabur pada jarak jauh. Jangan sampai menyepelekan mata minus, lebih baik Anda segera membawanya ke klinik mata Bekasi jika berada di Bekasi dan sekitarnya. Ada dua jenis rabun jauh yang sering dibedakan, yaitu miopia refraktif dan miopia aksial. Kekuatan fokus yang berlebihan pada mata dalam kaitannya dengan panjang aksial adalah penyebab miopia refraktif.

Miopi jenis ini disebabkan oleh letak lensa atau lengkungan kornea yang terlalu curam. Penyebab miopia aksial adalah pemanjangan mata yang berlebihan. Dengan kata lain, miopia ini disebabkan oleh bola mata yang terlalu panjang.

Mengapa Bola Mata Berkembang?

Mata bayi baru lahir memiliki diameter sekitar 16 mm. Selama beberapa bulan berikutnya, bola mata mereka membesar hingga kira-kira 19 mm. Seiring dengan pertumbuhan anak, panjang mata akan stabil pada sekitar 24 hingga 25 mm selama masa remaja. Mayoritas penelitian terbaru menunjukkan bahwa lingkungan dan faktor keturunan berkontribusi terhadap rabun jauh. Menurut penelitian, panjang aksial dan komponen pemfokusan mata harus tetap seimbang selama masa perkembangan untuk menjamin penglihatan yang jelas. Proses ini disebut sebagai “emmetropisasi”. Miopia aksial dapat terjadi jika prosedur ini tidak dilakukan dengan benar, sehingga menyebabkan mata memanjang secara berlebihan.

Apa yang Menyebabkan Bola Mata Memanjang Secara Berlebihan?

Jawaban atas pertanyaan ini telah dipelajari secara ekstensif. Meskipun tidak ada yang tahu pasti, para ilmuwan telah menilai temuan dari beberapa penyelidikan dan telah mengembangkan beberapa kemungkinan.

Kurang terpapar di luar ruangan

Para ilmuwan telah menemukan bahwa jumlah waktu yang dihabiskan di luar ruangan merupakan faktor risiko yang signifikan untuk perkembangan miopia, pemanjangan mata yang berlebihan telah ditemukan berkorelasi secara substansial dengan kurangnya paparan sinar matahari. Gagasan ini sangat didukung oleh penilaian tahun 2019 terhadap 13 studi yang meneliti hubungan antara miopia dan paparan cahaya luar ruangan.  Anak-anak yang terpapar lebih sedikit cahaya luar ruangan tampaknya memiliki tingkat miopia, resep rabun, dan pertumbuhan bola mata yang lebih besar. Peningkatan waktu di luar ruangan tampaknya dapat mencegah miopi aksial, yang disebabkan oleh bola mata yang tumbuh terlalu panjang.

Baca Juga: LASIK Tak Permanen? Ketahui Faktor yang Mempengaruhi Ketahanannya

Pekerjaan jarak dekat yang dilakukan dalam waktu lama pada jarak dekat

Faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena miopia aksial telah ditemukan oleh International Myopia Institute (IMI). Bekerja dekat dengan seseorang (kurang dari 20 cm) dalam jangka waktu yang lama (lebih dari 45 menit) merupakan salah satu faktor risiko ini. Bekerja terlalu dekat dalam jarak dekat telah diidentifikasi dalam beberapa penelitian sebagai faktor risiko potensial untuk pengembangan miopia. Namun, terdapat bukti yang tidak konsisten antara miopia dan pekerjaan dekat yang berlebihan. Meskipun pekerjaan dekat dalam waktu lama pada jarak dekat telah dikaitkan dengan hal ini, para peneliti tidak yakin apakah hal ini disebabkan oleh pekerjaan dekat itu sendiri.

Hipotesis mekanisme defokus hipermetropia

Menurut penelitian tertentu, panjang bola mata dapat berubah apabila terdapat gambar retina yang buram. Para peneliti IMI yang terkemuka, telah meneliti hubungan antara pertumbuhan mata aksial dan kualitas gambar retina. “Hyperopic defocus” adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses yang diduga menyebabkan miopia aksial. Sangat penting untuk segera memberikan upaya penanganan miopia ini ke klinik mata Bekasi jika Anda berada di Bekasi dan sekitarnya.

Apakah Anda dan keluarga membutuhkan layanan kesehatan mata? Segera kunjungi Vio Optical Clinic. VIO Optical Clinic adalah klinik mata Bekasi yang profesional dan juga terpercaya yang selalu ada untuk membantu Anda dan keluarga meningkatkan kualitas penglihatan menjadi lebih baik melalui layanan Vision Therapy, salah satunya adalah terapi Ortho K (Orthokeratology) untuk terapi pengobatan dan mengurangi tingkat minus seseorang yang mengalami mata minus atau rabun jauh.

VIO Optical Clinic sudah didirikan sejak tahun 2013 terletak di Harapan Indah dan Grand Galaxy City – Bekasi dan berada di bawah naungan Dokter Optometri lulusan Cebu Doctor University Phillipine yang berpengalaman. Selain itu, juga mendapatkan sertifikasi oleh Fellow American Academy of Optometry (FAAO) serta memiliki spesialisasi di bidang Vision Therapy (Terapi Penglihatan) yang memiliki kualitas skala internasional. Tidak hanya Dokter Optometri, VIO Optical Clinic juga bekerja sama dengan para Dokter Spesialis Mata yang juga siap membantu Anda dan keluarga untuk menangani berbagai permasalahan pada mata.

VIO Optical Clinic juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan mata secara menyeluruh dengan peralatan medis canggih yang lengkap. Jadi, percayakan kesehatan mata Anda dan/ keluarga bersama layanan kesehatan mata dari Vio Optical Clinic. Dan jangan lupa kunjungi juga channel kami VIO OPTICAL Clinic untuk melihat lebih dekat profesionalitas kami dalam perawatan kesehatan mata keluarga Indonesia.

Artikel Terkait

Promo Terbaru

Promo KETUPAT (Keuntungan Berlipat)

Artikel Terpopuler

Pentingnya Pemeriksaan Mata