Klinik Mata Jakarta – Miopia, juga dikenal sebagai rabun jauh, sedang meningkat di berbagai belahan di dunia termasuk Indonesia, terutama di kalangan anak-anak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi bahwa, jika tren saat ini terus berlanjut, separuh populasi dunia akan mengalami rabun jauh pada tahun 2050 – dengan seperlima di antaranya berisiko tinggi mengalami kebutaan akibat komplikasi miopia parah. Sehingga, sangat penting untuk segera memberikan terapi mata minus pada anak ketika mulai terdeteksi mengalaminya. Para peneliti sedang mengeksplorasi beberapa solusi potensial untuk mencegah dan memperlambat tren yang mengkhawatirkan ini.

Mengapa hal ini terjadi?

Terdapat konsensus ilmiah yang berkembang bahwa setidaknya satu kontributor epidemi ini adalah peningkatan jumlah waktu yang kita habiskan di dalam ruangan untuk menggunakan ponsel dan komputer (dikenal sebagai ‘dekat dengan pekerjaan’) dibandingkan dengan waktu di luar ruangan, di bawah cahaya alami.

Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Ketika anak-anak menghabiskan waktu untuk melihat dari dekat, sebagian besar gambar tidak terfokus dengan baik pada tepi retina, bagian penginderaan cahaya pada mata. Gambar yang kabur ini menyebabkan mata menjadi lebih panjang, yang mengarah pada peningkatan tingkat miopi. Para peneliti sedang menyelidiki proses kimiawi atau fisika apa yang mengendalikan pertumbuhan mata ini, karena dengan memahami mengapa hal ini terjadi, kita dapat mengendalikan proses tersebut di masa depan.

Faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap miopia adalah meningkatnya jumlah waktu yang dihabiskan anak-anak di dalam ruangan. Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak yang menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami miopi dibandingkan mereka yang menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan. Meskipun kita belum memahami secara pasti mengapa, sebagian besar spesialis anak setuju bahwa menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan baik untuk kesehatan fisik dan mental setiap orang.

Gen juga memainkan peran penting dalam miopia. Anak-anak dengan salah satu atau kedua orang tua yang rabun jauh lebih mungkin menjadi rabun. Tetapi ada hal lain yang terjadi – gen membutuhkan waktu berabad-abad untuk berubah, namun prevalensi miopia di Indonesia meningkat drastis dari 17,2% di tahun 2050 nanti. Jelas bahwa ada sesuatu di lingkungan yang mendorong peningkatan miopia saat ini. Apabila dilihat lebih banyak di negara-negara yang memiliki sistem pendidikan yang lebih formal, di mana anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu untuk bekerja di dekat komputer, baik pada materi cetak atau layar.

Baca Juga: Apakah Mata Juling Juga Mempengaruhi Penglihatan Pengidapnya?

Apa yang dipertaruhkan?

Miopia mempengaruhi keberhasilan akademis anak. Penelitian besar telah menunjukkan bahwa anak-anak yang menderita miopia, tetapi tidak memiliki kacamata korektif, akan tertinggal di sekolah, karena mereka tidak dapat melihat papan tulis atau papan pintar di depan kelas, di antara tantangan-tantangan lainnya. Masalahnya lebih dari sekadar memasangkan kacamata pada anak-anak. Anak-anak dengan derajat miopia yang lebih tinggi lebih mungkin mengalami komplikasi yang mengancam penglihatan di kemudian hari, seperti katarak, glaukoma, degenerasi makula, dan ablasio retina. Miopia derajat kecil atau sedang tidak terlalu mengkhawatirkan.

Masalahnya adalah, dari total jumlah orang yang mengalami miopia, lima hingga 15 persen akan menjadi rabun jauh, dalam kategori miopia tinggi. Itu adalah masalah ketika Anda melihat jutaan orang di seluruh dunia yang berisiko kehilangan penglihatan. Jika kita dapat melakukan sesuatu sekarang seperti terapi mata minus untuk memperlambat perkembangan miopia pada anak-anak, kita memiliki kesempatan untuk mencegah kehilangan penglihatan yang tidak dapat dipulihkan di kemudian hari.

Apakah Anda dan keluarga membutuhkan layanan kesehatan mata? Segera kunjungi Vio Optical Clinic. VIO Optical Clinic adalah Eyecare yang profesional dan juga terpercaya yang selalu ada untuk membantu Anda dan keluarga meningkatkan kualitas penglihatan menjadi lebih baik melalui layanan terapi mata minus, salah satunya adalah terapi Ortho K (Orthokeratology) untuk terapi pengobatan dan mengurangi tingkat minus seseorang yang mengalami mata minus atau rabun jauh.

VIO Optical Clinic sudah didirikan sejak tahun 2013 terletak di Harapan Indah dan Grand Galaxy City – Bekasi dan berada di bawah naungan Dokter Optometri lulusan Cebu Doctor University Phillipine yang berpengalaman. Selain itu, juga mendapatkan sertifikasi oleh Fellow American Academy of Optometry (FAAO) serta memiliki spesialisasi di bidang Vision Therapy (Terapi Penglihatan) yang memiliki kualitas skala internasional. Tidak hanya Dokter Optometri, VIO Optical Clinic juga bekerja sama dengan para Dokter Spesialis Mata yang juga siap membantu Anda dan keluarga untuk menangani berbagai permasalahan pada mata.

VIO Optical Clinic juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan mata secara menyeluruh dengan peralatan medis canggih yang lengkap. Jadi, percayakan kesehatan mata Anda dan/ keluarga bersama layanan kesehatan mata dari Vio Optical Clinic. Dan jangan lupa kunjungi juga channel kami VIO OPTICAL Clinic untuk melihat lebih dekat profesionalitas kami dalam perawatan kesehatan mata keluarga Indonesia.