Klinik Mata Jakarta – Operasi LASIK berbeda dengan vision therapy yang lain, saat ini dianggap sebagai metode yang efektif untuk memperbaiki penglihatan bagi penderita miopi. Namun, masih ada beberapa kasus miopia setelah operasi, mari pelajari lebih lanjut tentang penyebab miopia setelah operasi lasik dan temukan cara yang tepat untuk mencegahnya. Apa yang dimaksud dengan operasi LASIK? Operasi LASIK (singkatan dari “Laser Insitu Keratomileusis”) adalah metode bedah refraktif yang menggunakan sinar laser untuk menyinari permukaan kornea guna mengoreksi kelainan refraksi (termasuk rabun jauh).

Keuntungan operasi LASIK dalam mengobati miopia

Waktu operasi yang singkat (kurang dari 15 menit). Tidak ada pendarahan, tidak ada rasa sakit. Pemulihan yang cepat. Efek positif: 80% orang yang melakukan LASIK akan memiliki penglihatan yang lebih baik setelah operasi. Sekitar 1 hari setelah operasi, benda-benda di sekitarnya dapat dilihat dengan jelas dengan mata telanjang. Tidak perlu menggunakan kacamata lagi: tanpa kacamata atau lensa kontak, pasien masih dapat melihat benda-benda dengan jelas.

Penyebab kekambuhan setelah operasi LASIK

Namun, faktanya, semua pasien bedah refraktif laser pada umumnya dan operasi lasik pada khususnya, akan mengalami miopia ulang. Tergantung pada tingkat keparahan kelainan refraksi, tingkat miopia ulang ini dapat berkisar antara 1-2% hingga 12-15%. Penyebab miopia kambuh setelah operasi LASIK sering kali meliputi:

Miopia residual setelah operasi

Jika sebelum operasi, penentuan miopia tidak tepat, maka parameter input sebelum operasi lasik akan salah, sehingga menyebabkan miopia tidak dapat dihilangkan secara sempurna, dan menyebabkan kelainan refraksi sisa setelah operasi. Tergantung pada tingkat miopia residual, penglihatan pasien akan terpengaruh sedikit banyak. Oleh karena itu, sangat penting untuk menghitung indeks refraksi secara akurat sebelum melakukan operasi LASIK. Untuk mencegah kesalahan saat mengukur penglihatan, pasien perlu mengikuti catatan pra-operasi seperti:

Bagaimana cara menghindarinya?

Hentikan penggunaan lensa kontak lunak setidaknya 3 hari sebelum hari pemeriksaan intensif sebelum operasi lasik. Hentikan sebentar vision therapy seperti penggunaan lensa kontak keratokonikal yang kaku (misalnya lensa Ortho-K) setidaknya 3 minggu sebelum pemeriksaan mendalam agar mata dapat kembali ke kondisi refraksi semula. Memilih proses pemeriksaan dan penilaian yang berkualitas akan membantu membuat hasil pengukuran refraksi menjadi lebih akurat dan dapat diandalkan.

Baca Juga: Benarkah Mata Juling Bisa Mengakibatkan Low Vision?

Operasi LASIK ketika refraksi tidak stabil

Indeks refraksi dikatakan stabil jika meningkat tidak lebih dari 1 derajat dalam 6 bulan terakhir. Orang yang berusia di bawah 18 tahun, wanita yang sedang hamil atau menyusui selama 6 bulan masih dapat mengalami perubahan miopia. Jika operasi lasik dilakukan pada masa ini, meskipun derajat miopi telah benar-benar hilang, proses miopi masih akan berlanjut dan menyebabkan miopi ulang.

Perubahan indeks refraksi lensa

Seiring berjalannya waktu, lensa mata akan cenderung menua secara bertahap, kehilangan elastisitas dan transparansi karena perubahan metabolisme. Untuk pasien dengan miopi berat, perubahan refraksi lensa terjadi lebih awal dan memengaruhi perubahan indeks refraksi, sehingga menyebabkan miopi ulang.

Pembedahan ketika mata tidak memenuhi syarat

Pada beberapa kasus, pasien memiliki struktur mata yang tidak memenuhi syarat untuk pembedahan, seperti: ukuran mata yang kecil, rongga mata yang terlalu sempit, radius kelengkungan kornea yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Pembedahan LASIK untuk memperbaiki kelainan refraksi hanya akan memberikan hasil terbaik jika mata pasien memenuhi semua kondisi yang aman dan sesuai untuk pembedahan, seperti Refraksi yang stabil. Struktur kornea normal, ketebalan dan kelengkungannya konsisten, tanpa kelainan (misalnya, kornea berbentuk piramida atau terlalu lurus). Mata tanpa strabismus, ambliopia, peradangan atau penyakit pada retina, dan vitreus.

Apakah Anda dan keluarga membutuhkan layanan kesehatan mata? Segera kunjungi Vio Optical Clinic. VIO Optical Clinic adalah Eyecare yang profesional dan juga terpercaya yang selalu ada untuk membantu Anda dan keluarga meningkatkan kualitas penglihatan menjadi lebih baik melalui layanan Vision Therapy, salah satunya adalah terapi Ortho K (Orthokeratology) untuk terapi pengobatan dan mengurangi tingkat minus seseorang yang mengalami mata minus atau rabun jauh.

VIO Optical Clinic sudah didirikan sejak tahun 2013 terletak di Harapan Indah dan Grand Galaxy City – Bekasi dan berada di bawah naungan Dokter Optometri lulusan Cebu Doctor University Phillipine yang berpengalaman. Selain itu, juga mendapatkan sertifikasi oleh Fellow American Academy of Optometry (FAAO) serta memiliki spesialisasi di bidang Vision Therapy (Terapi Penglihatan) yang memiliki kualitas skala internasional. Tidak hanya Dokter Optometri, VIO Optical Clinic juga bekerja sama dengan para Dokter Spesialis Mata yang juga siap membantu Anda dan keluarga untuk menangani berbagai permasalahan pada mata.

VIO Optical Clinic juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan mata secara menyeluruh dengan peralatan medis canggih yang lengkap. Jadi, percayakan kesehatan mata Anda dan/ keluarga bersama layanan kesehatan mata dari Vio Optical Clinic. Dan jangan lupa kunjungi juga channel kami VIO OPTICAL Clinic untuk melihat lebih dekat profesionalitas kami dalam perawatan kesehatan mata keluarga Indonesia.