Klinik Mata Bekasi – Ada banyak istilah dalam menjelaskan kelainan pada mata. Terkadang istilah tersebut membuat orang awam yang baru mendengarnya jadi tertawa. Salah satu istilah kelainan mata yang paling populer adalah mata malas. Pernahkah Anda mendengar istilah satu ini? Mata malas merupakan salah satu kelainan mata yang banyak terjadi di Indonesia.

Meskipun namanya lucu, kelainan mata satu ini tidak boleh Anda sepelekan. Pasalnya setiap kelainan mata pasti mendatangkan resiko yang berbeda. Salah satu pendapat yang berkaitan dengan mata malas ini adalah perbedaan minus antara mata kanan dan kiri. Apakah hal ini benar? Adakah pendapat ahli yang menyatakan kalau mata kanan dan kiri yang mengalami perbedaan minus merupakan gejala mata malas?

Sekali lagi perlu kami paparkan bahwa dalam menjustifikasi sebuah kasus medis, Anda harus memiliki landasan yang jelas, akurat dan terpercaya. Hanya dengarkan pendapat para ahli jika Anda berbicara tentang medis. Pada kesempatan kali ini, kami akan memberi Anda sedikit penjelasan fakta fakta mengenai hal ini. Simak paparannya di bawah ini.

Apa itu Mata Malas?

Sebelum kita melanjutkan pembahasan, tentunya akan sangat baik jika Anda memaham terlebih dahulu apa itu mata malas. Kelainan mata satu ini biasanya terjadi pada masa anak-anak. Hal ini dipicu oleh tidak terkoneksinya otak dan mata sehingga membuat kualitas penglihatan menurun. Kondisi ini akan membuat kualitas penglihatan dari kedua mata menjadi berbeda.

Jika dibarkan lama otak hanya akan menerima penglihatan dari mata yang normal dan mengabaikan penglihatan dari mata yang lemah atau bisa kita sebut mata yang malas. Sejauh ini memang belum ada penelitian yang membuktikan kalau perbedaan minus di mata menjadi gejalan mata malas. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut. Pasalnya mata malas ini biasanya menyerang sejak kecil.

Gejala Mata Malas Yang Sering Terjadi

Ada beberapa gejala dari mata malas yang biasa terjadi. Salah satunya adalah kondisi mata yang tidak bisa bekerja secara bersamaan. Hal ini ditandai dengan salah satu mata yang bergerak ke arah mata lainnya sedang mata yang satu tetap diam. Seringkali kondisi satu ini disebut sebagai mata juling.

Jika sudah parah, biasanya penderita akan sangat sulit untuk menentukan jarak dari sebuah benda kepadanya. Bahkan demi menemukan fokus dari sebuah obyek, mereka sampai harus memiringkan kepalanya. Tak jarang mata yang malas akan terlihat sipit dibanding mata yang normal. Jika berkonsultasi pada dokter biasanya anak akan diuji untuk melihat obyek dengan bentuk 3 dimensi.

Baca juga : Kacamata Vs Lensa Kontak, Manakah Yang Lebih Aman?

Jika mereka kesulitan melihat benda 3 dimensi ini, maka anak tersebut memiliki kecenderungan mata malas. Terlebih jika hal tersebut didukung oleh hasil pemersikaan yang buruk pada mata. Karenanya jika hal ini sampai terjadi pada anak, segerakan untuk mengunjungi dokter spesialis mata. Pasalnya hal ini sangat beresiko.

Beberapa Penyebab Mata Malas

Ada beberapa penyebab yang memicu terjadinya mata malas. Salah satunya adalah mata juling. Ini merupakan penyebab pertama terjadinya mata malas. Biasanya hal ini diturunkan secara genetik. Selain hal tersebut ada juga mata malas yang disebabkan oleh perbedaan refraksi pada kedua mata. Misalnya rabun dekat, rabun jauh, atau astigmatisme.

Hal lain yang memicu terjadinya mata malas adalah penyakit katarak.pengapuran pada lensa mata ini bisa memicu terjadinya mata malas, terutama jika yang terkena katarak adalah sebagian mata. Karenanya Anda harus sangat memperhatikan kesehatan mata anak sejak kecil untuk mengantisipasi terjadinya penyakit mata malas dikala besar.