Klinik Mata Bekasi – Karena baik rabun jauh maupun rabun dekat sama-sama menyebabkan penglihatan kabur, kedua kondisi ini sering kali disalah artikan satu sama lain. Mengenai penyebab, gejala, dan alat bantu penglihatan kacamata plus atau kacamata minus, terdapat perbedaan yang mencolok antara keduanya. Jangkauan penglihatan yang terpengaruh membedakan rabun jauh dari rabun dekat. Gangguan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan benar. Anda dapat membaca artikel berikut untuk mempelajari penyebab, gejala, diagnosis, dan pengobatan yang tersedia untuk rabun jauh dan rabun dekat.
Perbedaan Antara Miopia dan Hiperopia
Selama pemeriksaan mata, istilah miopia dan hiperopia sering digunakan. Namun, apa perbedaan spesifik antara keduanya? Miopia, yang juga dikenal sebagai rabun jauh, adalah kondisi di mana seseorang kesulitan melihat objek yang jauh namun dapat melihat dengan jelas objek yang dekat. Orang dengan miopia biasanya menyipitkan mata untuk melihat rambu jalan atau papan tulis, dan mereka mungkin merasa lelah setelah memaksakan mata untuk melihat jauh.
Di sisi lain, hiperopia, atau rabun dekat, memungkinkan seseorang melihat benda jauh lebih jelas daripada benda dekat. Anda mungkin menderita rabun jauh jika sering merasa pusing atau mengalami kelelahan mata saat membaca atau menatap layar ponsel dalam waktu lama.
Jarak dimana objek dapat dilihat dengan jelas merupakan perbedaan utama antara miopia dan hiperopia. Sementara orang dengan hiperopia kesulitan melihat objek yang dekat, orang dengan miopia kesulitan melihat objek yang jauh. Anda dapat memilihkacamata minus/plus atau lensa yang tepat untuk menjaga kenyamanan aktivitas sehari-hari dengan mendiagnosis masalah ini secara akurat.
Penyebab Miopia dan Hiperopia
Cahaya yang masuk pada rabun jauh (miopia) berfokus di depan retina, bukan tepat di atasnya. Biasanya, hal ini terjadi karena kornea terlalu melengkung atau bola mata lebih panjang dari biasanya. Akibatnya, objek yang jauh tampak kabur. Selain faktor keturunan, kondisi ini juga dapat diperparah oleh kebiasaan seperti menatap layar gadget dalam waktu lama, melihat objek dari jarak dekat, dan pencahayaan yang redup.
Di sisi lain, pada hipermetropi (rabun dekat), cahaya terfokus di belakang retina. Bola mata yang terlalu kecil atau kornea yang terlalu datar mungkin menjadi penyebabnya. Akibatnya, Anda kesulitan melihat objek yang berada di dekat mata. Dari penjelasan ini, Anda dapat melihat bahwa perbedaan antara rabun jauh dan rabun dekat terkait langsung dengan anatomi fisik mata, yang menentukan jalur pembiasan cahaya, bukan sekadar seberapa jauh atau dekat Anda dapat melihat.
Baca Juga: Anak Susah Lihat Jauh? Bisa Jadi Tanda Miopia yang Sering Diabaikan!
Gejala Rabun Jauh dan Rabun Dekat
Gejala Rabun Jauh (Miopia)
Ketidakmampuan melihat benda-benda yang jauh merupakan tanda umum rabun jauh. Anda juga perlu mengetahui sejumlah gejala tambahan, termasuk:
- Penglihatan kabur saat melihat benda-benda yang jauh, seperti rambu lalu lintas atau papan tulis.
- Sering menyipitkan mata untuk mencoba melihat lebih jelas.
- Sakit kepala akibat usaha ekstra mata.
- Kelelahan atau nyeri mata yang cepat, terutama setelah aktivitas yang membutuhkan fokus mata sepanjang hari.
- Kesulitan melihat di malam hari.
Gejala Hiperopia (Rabun Dekat)
Gejala hiperopia, di sisi lain, lebih sering muncul saat melihat objek dekat, terutama saat membaca atau menatap layar. Gejalanya meliputi:
- Penglihatan kabur saat menatap benda-benda dekat seperti ponsel atau buku.
- Sakit kepala setelah membaca atau aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
- Iritasi, rasa terbakar, atau nyeri di sekitar mata.
- Mata cepat lelah saat harus berkonsentrasi dalam waktu lama.
- Sulit menentukan jarak dengan akurat (masalah persepsi kedalaman).
Apakah Anda dan keluarga membutuhkan layanan kesehatan mata? Segera kunjungi Vio Optical Clinic. VIO Optical Clinic adalah Eyecare yang profesional dan juga terpercaya yang selalu ada untuk membantu Anda dan keluarga meningkatkan kualitas penglihatan menjadi lebih baik melalui layanan Vision Therapy, salah satunya adalah terapi Ortho K (Orthokeratology) untuk terapi pengobatan dan mengurangi tingkat minus seseorang yang mengalami mata minus atau rabun jauh.
VIO Optical Clinic sudah didirikan sejak tahun 2013 terletak di Harapan Indah dan Grand Galaxy City – Bekasi dan berada di bawah naungan Dokter Optometri lulusan Cebu Doctor University Phillipine yang berpengalaman. Selain itu, juga mendapatkan sertifikasi oleh Fellow American Academy of Optometry (FAAO) serta memiliki spesialisasi di bidang Vision Therapy (Terapi Penglihatan) yang memiliki kualitas skala internasional. Tidak hanya Dokter Optometri, VIO Optical Clinic juga bekerja sama dengan para Dokter Spesialis Mata yang juga siap membantu Anda dan keluarga untuk menangani berbagai permasalahan pada mata.
VIO Optical Clinic juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan mata secara menyeluruh dengan peralatan medis canggih yang lengkap. Jadi, percayakan kesehatan mata Anda dan/ keluarga bersama layanan kesehatan mata dari Vio Optical Clinic. Dan jangan lupa kunjungi juga channel kami VIO OPTICAL Clinic untuk melihat lebih dekat profesionalitas kami dalam perawatan kesehatan mata keluarga Indonesia.



