Terapi Mata Minus – Miopia atau mata minus dengan cepat menjadi beban kesehatan mata masyarakat global dengan prevalensinya yang terus meningkat. Permasalahan mata minus dialami oleh banyak orang pada segala usia karena berbagai faktor. Bahkan orang dewasa lebih cenderung mengembangkan perubahan miopia patologis yang dapat menyebabkan risiko kebutaan. Oleh karena itu, tindakan pencegahan sangatlah diperlukan untuk menghambat perkembangan miopia.

Memahami Apa Itu Miopia Atau Mata Minus

Miopia atau mata minus adalah masalah penglihatan yang sangat umum. Diperkirakan lebih dari sepertiga orang menderita rabun jauh, dan jumlahnya terus meningkat. Orang yang rabun jauh atau memiliki  mata minus mengalami kesulitan membaca rambu-rambu jalan dan melihat objek yang jauh dengan jelas. Tetapi mereka dapat melihat dengan baik pada jarak dekat. Pada umumnya, mata minus atau miopia mulai muncul pada saat umur 8-12 tahun, tapi dapat muncul pada usia berapa pun. Ini bisa diatasi dengan mengurangi faktor-faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami mata minus.

Apa Saja Jenis Miopi Atau Mata Minus?

Berdasarkan penyebabnya miopi atau mata minus dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Miopi (mata minus) tinggi

Miopia atau mata minus yang tinggi adalah bentuk dari kondisi rabun jauh dengan kondisi yang lebih parah. Pada kondisi ini bola mata menjadi lebih panjang dari ukuran normalnya. Selain bisa membuat anda untuk sulit melihat benda yang berjarak jauh, kondisi ini juga bisa meningkatkan risiko anda terkena kondisi lainnya. Misalnya seperti retina robek, katarak dan glaukoma.

  1. Miopi degenerative

Kondisi miopia ini disebut juga dengan kondisi miopi ganas yang merupakan jenis rabun jauh langka dan biasanya diwariskan dari orangtua. Pada kondisi miopia atau mata minus ini, bola mata umumnya memanjang dengan sangat cepat dan menyebabkan rabun jauh yang parah. Kondisi ini biasanya terjadi pada remaja atau orang dewasa awal. Jenis rabun jauh ini bisa semakin parah seiring dengan bertambahnya usia. Selain mengalami kesulitan melihat benda berjarak jauh, Anda juga berisiko tinggi mengalami komplikasi miopi. Seperti misalnya ablasi retina, pertumbuhan pembuluh darah abnormal pada mata, dan glaukoma.

Baca Juga: Langkah Vision Therapy yang Bisa Dilakukan Penderita Degenerasi Makula

Penyebab Mata Minus

Mata minus biasa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:

  • Faktor keturunan, dimana maasalah miopia ini umumnya terkait gen yang diturunkan keluarga.
  • Sedikit waktu di luar rumah, menghabiskan waktu di luar rumah dapat mengurangi risiko terkena mata minus.
  • Sering melihat benda pada jarak dekat, terlalu banyak memfokuskan mata ke objek yang dekat dapat meningkatkan risiko terkena miopia.

Pentingnya Menjalani Pemeriksaan Mata untuk Kontrol Miopia

Diperlukan pemeriksaan mata yang komprehensif dari dokter mata untuk kontrol miopia. Dokter ahli mata umumnya akan menawarkan beberapa program untuk terapi kesehatan mata. Setelah melakukan pemeriksaan mata secara komprehensif, dan melakukan konsultasi untuk kontrol miopia diperlukan untuk menentukan program mana yang terbaik untuk anak anda. Untuk menghambat perkembangan miopia, beberapa terapi yang dilakukan seperti:

  • Kacamata resep yang disesuaikan dengan tingkat miopia atau mata minus pasien.
  • Orthokeratology (pembentukan kembali kornea), ini adalah pemakaian lensa kontak khusus pada malam hari untuk memberikan penglihatan yang jelas pada siang hari tanpa lensa.
  • Lensa kontak lunak multifokal dipakai pada siang hari.
  • Atropin, dalam bentuk tetes mata, digunakan pada malam hari.

Vio Optical merupakan klinik mata terpercaya yang menghadirkan pelayanan kesehatan mata terlengkap dengan alat canggih serta staff professional. Anda dapat memperoleh terapi mata minus seperti ortho-k, kacamata, ataupun kontak lens yang sesuai dengan kondisi anda. Pemeriksaan lengkap meliputi screening retina, screening, katarak dan screening glukoma. Segera dapatkan pelayanan kesehatan mata terpercaya dan lengkap bersama Vio Optical Clinic.