Terapi Mata Minus – Mata minus atau rabun jauh, adalah kelainan refraksi yang disebabkan oleh terlalu banyaknya ketegangan pada otot mata. Mata minus dianggap sebagai masalah yang cukup umum saat ini. Mata merupakan jendela bagi setiap orang yang mampu menghubungkan mereka dengan dunia. Munculnya mata minus yang disertai dengan masalah penglihatan seperti mata buram, tentu akan menghambat aktivitas anda. Di era teknologi seperti saat ini, penderita mata minus terus meningkat seiring dengan meningkatnya penggunaan perangkat digital. Kenali bagaimana mata minus bisa terjadi dan apa saja penyebabnya berikut ini.

Apa yang menjadi penyebab munculnya risiko mata minus?

Otot yang berada di sekitar mata atau yang disebut dengan otot okuler, memungkinkan anda untuk bisa menggerakkan bola mata ke berbagai arah yang berbeda. Otot mata ini memiliki fungsi untuk memfokuskan cahaya yang masuk ke dalam mata. Otot mata yang berkontraksi akan memanjang atau memendek tergantung pada apa yang di lihat. Fungsi dan kinerja otot yang tidak bisa optimal, tentu akan memengaruhi kualitas penglihatan dari hasil pengolahan cahaya yang masuk tersebut.

Gangguan yang terjadi baik pada kinerja otot mata, atau bentuk anatomi kornea ini biasa disebut dengan kesalahan refraksi. Dimana hal ini berarti bahwa pada salah satu atau kedua mata terdapat kesalahan tertentu pada sistem refraksi, sehingga bayangan pada retina tidak terproyeksikan dengan baik. Dalam kasus tersebut, tidak ada penyakit mata atau kelemahan, tetapi kelainan pada pembiasan cahaya di mata. Berbagai kesalahan bias memungkinkan terjadinya rabun jauh (mata minus), rabun dekat (hiperopia) dan kesalahan silinder (astigmatisme).

Ketika kornea terlalu cembung, sinar cahaya yang masuk terlalu banyak dibiaskan, sehingga berakibat pada cahaya yang tidak bisa berfokus degan benar. Bahkan saat mata terlalu panjang, berkas cahaya jatuh di depan retina, inilah yang bisa disebut dengan mata minus atau rabun jauh. Pada mata minus, bayangan benda jauh jatuh di depan retina, kemudian anda akan melihat gambar yang tidak fokus. Tetapi ketika objek berada dalam jarak membaca, gambar ini bergerak mundur di mata dan berakhir di retina (jarak di mana objek dirasakan secara tajam tergantung pada kekuatan mata minus). Gambar ini kemudian bisa dilihat dengan tajam.

Baca Juga: Waspadai Glaukoma yang Bisa Menurunkan Kualitas Penglihatan!

Klasifikasi mata minus Mata minus

Mata minus dapat diklasifikasikan menjadi:

  1. Mata minus sedang atau mata minus fisiologis

Terjadi pertumbuhan normal pada sistem refraksi mata. Biasanya hal ini menyebabkan mata minus ringan atau sedang (antara -1 dan -6 D).

  1. Mata minus tinggi atau mata minus patologis

Dalam hal ini terjadi pertumbuhan panjang sumbu mata yang berlebihan sedangkan sistem bias lainnya (kornea dan lensa) menunjukkan pertumbuhan yang normal. Mata minus tinggi didefinisikan sebagai mata dengan kelainan refraksi> -6 D dan panjang sumbu mata> 26 mm (panjang mata normal 23-24 mm. Kondisi ini disebut mata minus patologis karena dikaitkan dengan risiko komplikasi seperti katarak, glaukoma, degenerasi makula, dan kelainan retina.

Anda perlu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mata secara rutin untuk mencegah munculnya gangguan kesehatan mata seperti mata minus.

Vio Optical merupakan klinik mata terpercaya yang menghadirkan pelayanan kesehatan mata terlengkap dengan alat canggih serta staff professional. Anda dapat memperoleh terapi mata minus seperti ortho-k, kacamata, ataupun kontak lens yang sesuai dengan kondisi anda. Pemeriksaan lengkap meliputi screening retina, screening, katarak dan screening glukoma. Segera dapatkan pelayanan kesehatan mata terpercaya dan lengkap dengan menghubungi kami di Vio Optical Clinic.