Klinik Mata Jakarta – Kekhawatiran seperti “Apakah minus mata yang dimiliki akan terus memburuk?” sering muncul, terlebih pada kalangan orang tua dan remaja. Penting untuk membedakan antara mitos dan fakta mengenai perkembangan miopia agar dapat memberikan tanggapan yang terinformasi mengenai topik ini.
Apa Gejala Miopia pada Anak-Anak?
Beberapa anak mungkin tidak menyadari gejala miopia atau bahkan mengeluh tentang hal itu. Hal ini membuat sulit untuk mengidentifikasi penyakit tersebut. Sebenarnya, anak-anak yang miopia mungkin mengalami kesulitan belajar di sekolah, terutama jika mereka duduk jauh dari papan tulis dan di bagian belakang ruangan.
Oleh karena itu, orang tua atau pengasuh di rumah harus menyadari gejala miopia pada anak-anak. Tujuannya adalah untuk memungkinkan penanganan masalah ini secara cepat. Berikut adalah beberapa gejala miopia pada anak-anak yang perlu diperhatikan:
- Anak mengeluh kesulitan melihat objek yang jauh.
- Anak sering salah membaca tulisan pada objek yang jauh, seperti papan tulis, atau kesulitan melakukannya.
- Anak sering terlihat membaca buku atau menonton televisi dari jarak dekat.
- Anak tampak menghindari aktivitas yang membutuhkan konsentrasi lebih, seperti mewarnai dan bermain puzzle.
- Anak mengatakan matanya sensitif terhadap cahaya.
- Anak sering mengedipkan mata.
Gejala lain, seperti sakit kepala, nyeri mata, atau kelelahan berkepanjangan, juga dapat menyertai miopia pada beberapa anak.
Apakah Miopia Sudah Pasti Akan Memburuk?
Tidak selalu. Meskipun banyak yang percaya bahwa miopia akan terus memburuk seiring waktu, kenyataannya ada beberapa faktor yang secara signifikan mempengaruhi perkembangan miopia, termasuk:
- Usia (terutama selama masa pertumbuhan)
- Faktor genetik
- Kebiasaan visual sehari-hari dan gaya hidup
Saran: Untuk memantau kesehatan mata secara berkala, lakukan pemeriksaan mata setidaknya sekali setahun.
Mengapa Miopia Memburuk?
Di antara alasan utama mengapa minus mata memburuk adalah:
- Pertumbuhan fisik pada masa remaja
- Perubahan bentuk bola mata selama pertumbuhan dapat memengaruhi pembiasan cahaya.
- Kebiasaan melihat objek terlalu dekat
- Misalnya, membaca dalam cahaya redup atau menghabiskan terlalu banyak waktu menatap layar perangkat.
- Kurangnya aktivitas di luar ruangan
- Struktur bola mata sebagian besar dipertahankan oleh paparan sinar matahari alami dalam batas tertentu.
Fakta: Dibandingkan dengan anak-anak yang menghabiskan terlalu banyak waktu di dalam ruangan, anak-anak yang aktif di luar ruangan umumnya memiliki risiko miopia yang lebih rendah.
Baca Juga: Apakah Tetes Mata Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Fikih dan Medisnya
Apakah Mungkin Menunda Perkembangan Miopia?
Memang, miopia dapat diperlambat dengan beberapa metode, termasuk:
- Tingkatkan waktu yang dihabiskan di luar ruangan
- Kontrol lama dan jarak penggunaan perangkat elektronik.
- Berikan istirahat pada mata secara berkala (aturan 20-20-20).
- Konsumsi makanan sehat (omega-3, lutein, dan vitamin A).
- Memakai kacamata sesuai petunjuk dokter.
Apakah Memakai Kacamata atau Lensa Kontak Memperburuk Miopia?
Tidak, hal ini tidak benar. Lensa kontak dan kacamata tidak memperburuk miopia. Sebaliknya, alat-alat ini membantu mata fokus dan menghindari kelelahan mata.
Catatan: Memakai kacamata tanpa resep dapat berpotensi memperburuk kondisi mata.
Apakah Miopia Didapatkan dari Genetik?
Ya. Anak-anak lebih berisiko mengembangkan miopia jika salah satu atau kedua orang tuanya menderita miopia. Namun, gaya hidup sehat dan pemeriksaan mata rutin tetap dapat membantu mengendalikan hal ini. Tidak semua orang mengalami miopia yang persisten, dan miopia tidak selalu memburuk. Perkembangan miopia dapat diperlambat dengan pengelolaan yang tepat, termasuk pemeriksaan rutin, kebiasaan visual yang sehat, dan intervensi medis jika diperlukan. Segera kunjungi spesialis mata di VIO OPTICAL Clinic untuk penilaian menyeluruh dan langkah terbaik jika miopia anak Anda memburuk.
Apakah Anda dan keluarga membutuhkan layanan kesehatan mata? Segera kunjungi Vio Optical Clinic. VIO Optical Clinic adalah Eyecare yang profesional dan juga terpercaya yang selalu ada untuk membantu Anda dan keluarga meningkatkan kualitas penglihatan menjadi lebih baik melalui layanan Vision Therapy, salah satunya adalah terapi Ortho K (Orthokeratology) untuk terapi pengobatan dan mengurangi tingkat minus seseorang yang mengalami minus mata atau rabun jauh.
VIO Optical Clinic sudah didirikan sejak tahun 2013 terletak di Harapan Indah dan Grand Galaxy City – Bekasi dan berada di bawah naungan Dokter Optometri lulusan Cebu Doctor University Phillipine yang berpengalaman. Selain itu, juga mendapatkan sertifikasi oleh Fellow American Academy of Optometry (FAAO) serta memiliki spesialisasi di bidang Vision Therapy (Terapi Penglihatan) yang memiliki kualitas skala internasional. Tidak hanya Dokter Optometri, VIO Optical Clinic juga bekerja sama dengan para Dokter Spesialis Mata yang juga siap membantu Anda dan keluarga untuk menangani berbagai permasalahan pada mata.
VIO Optical Clinic juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan mata secara menyeluruh dengan peralatan medis canggih yang lengkap. Jadi, percayakan kesehatan mata Anda dan/ keluarga bersama layanan kesehatan mata dari Vio Optical Clinic. Dan jangan lupa kunjungi juga channel kami VIO OPTICAL Clinic untuk melihat lebih dekat profesionalitas kami dalam perawatan kesehatan mata keluarga Indonesia.



