Klinik Mata Jakarta – Bagi mereka yang memiliki masalah mata, LASIK mungkin menjadi pilihan. Namun, wanita hamil disarankan untuk menunda operasi ini. LASIKadalah salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup bagi mereka yang memiliki masalah mata seperti astigmatisma, hipermetropi, dan miopi. Selain itu, prosedur ini sangat populer karena hasilnya yang memuaskan. Namun, tidak semua orang dapat menjalani LASIK. Kehamilan adalah salah satu dari banyak alasan mengapa individu dengan masalah mata tidak dapat menjalani perawatan ini. Apa yang menjadi alasan menunda operasi LASIK saat hamil?
Mengenai Prosedur LASIK
LASIK (laser-assisted in situ keratomileusis) adalah perawatan yang paling umum digunakan untuk miopia, hipermetropia, dan astigmatisme. Proses ini membantu memperbaiki penglihatan dengan membentuk permukaan kornea mata agar cahaya dapat masuk dengan tepat. Seorang dokter mata akan menggunakan laser atau microkeratome untuk “memperbaiki” permukaan kornea.
Namun, hanya dokter mata yang memiliki pelatihan khusus yang berhak melakukan perawatan ini; yang lain tidak. LASIK memiliki risiko masalah yang sama dengan sebagian besar prosedur medis. Risiko yang terkait dengan operasi LASIK meliputi kemungkinan koreksi kelengkungan kornea yang tidak tepat, peradangan kornea, ketidaknyamanan sedang, dan lainnya. Tidak semua orang dapat menjalani LASIK, meskipun operasi ini diyakini dapat meningkatkan kualitas hidup. Persyaratan dan standar yang harus dipenuhi meliputi:
- Miopia: antara -1,00 dan -13,00 D
- Hiperopia: antara +1,00 dan +4,00 D
- Astigmatisme: -1,00 hingga -5,00 derajat
Selain itu, operasi ini tidak mungkin dilakukan bagi mereka yang menderita sindrom mata kering. Wanita hamil dapat mengalami sindrom mata kering. Karena itu, tidak disarankan bagi wanita hamil untuk menjalani LASIK.
Risiko Kesehatan Operasi LASIK bagi Ibu Hamil
Wanita hamil dilarang menjalani operasi LASIK karena beberapa alasan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa teknik tersebut dipertanyakan serta berisiko bagi kesehatan ibu dan janin. Faktor-faktor berikut membuat operasi LASIKmata berisiko selama kehamilan:
Hormon yang Bisa Berubah
Perubahan hormonal akibat kehamilan dan menyusui dapat mengubah kelengkungan kornea dan mengganggu penglihatan. Oleh karena itu, operasi LASIK sebaiknya dihindari selama kehamilan.
Baca Juga: Kenapa Lensa Kacamata Bisa Menguning Seiring Waktu? Ini Penjelasan Lengkapnya
Risiko Tertinggi Terhadap Penyakit Tertentu
Kehamilan dapat meningkatkan risiko kondisi seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Faktanya, gangguan metabolik seperti ini dapat mempengaruhi kesehatan mata dan meningkatkan kemungkinan menjalani operasi LASIK.
Perubahan Kondisi Mata
Wanita hamil sering mengalami sindrom mata kering selama kehamilan dan menyusui. Komplikasi dapat terjadi jika operasi LASIK dilakukan saat wanita hamil, terutama jika ia memiliki riwayat mata kering.
Terdapat Efek Samping dan Obat-obatan
Tetes mata antibiotik dan steroid biasanya diberikan kepada pasien selama operasi hingga sembuh. Obat-obatan ini berisiko bagi janin atau bayi yang belum lahir. Menunda hingga setelah menyusui adalah pilihan terbaik.
Kapan wanita hamil dapat menjalani operasi LASIK? Wanita hamil dapat menjalani operasi LASIK setelah selesai menyusui untuk mengurangi risiko yang terlibat. Lensa terapeutik orthokeratology, yang tidak memiliki efek samping negatif dan memulihkan penglihatan yang jelas, merupakan alternatif bagi ibu hamil. Bagi yang tidak dianjurkan untuk menjalani LASIK, terapi ini merupakan opsi yang lebih hemat biaya.
Risiko operasi LASIK berkurang dengan memberikan waktu antara akhir menyusui dan pengobatan, yang memaksimalkan manfaat bagi pasien. Ini adalah beberapa alasan untuk menunda operasi LASIK saat hamil. Jika Anda hamil dan mempertimbangkan untuk menjalani operasi LASIK, konsultasikan dengan dokter kandungan dan dokter mata untuk mengetahui apa yang terbaik bagi Anda.
Apakah Anda dan keluarga membutuhkan layanan kesehatan mata? Segera kunjungi Vio Optical Clinic. VIO Optical Clinic adalah Eyecare yang profesional dan juga terpercaya yang selalu ada untuk membantu Anda dan keluarga meningkatkan kualitas penglihatan menjadi lebih baik melalui layanan Vision Therapy, salah satunya adalah terapi Ortho K (Orthokeratology) untuk terapi pengobatan dan mengurangi tingkat minus seseorang yang mengalami mata minus atau rabun jauh.
VIO Optical Clinic sudah didirikan sejak tahun 2013 terletak di Harapan Indah dan Grand Galaxy City – Bekasi dan berada di bawah naungan Dokter Optometri lulusan Cebu Doctor University Phillipine yang berpengalaman. Selain itu, juga mendapatkan sertifikasi oleh Fellow American Academy of Optometry (FAAO) serta memiliki spesialisasi di bidang Vision Therapy (Terapi Penglihatan) yang memiliki kualitas skala internasional. Tidak hanya Dokter Optometri, VIO Optical Clinic juga bekerja sama dengan para Dokter Spesialis Mata yang juga siap membantu Anda dan keluarga untuk menangani berbagai permasalahan pada mata.
VIO Optical Clinic juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan mata secara menyeluruh dengan peralatan medis canggih yang lengkap. Jadi, percayakan kesehatan mata Anda dan/ keluarga bersama layanan kesehatan mata dari Vio Optical Clinic. Dan jangan lupa kunjungi juga channel kami VIO OPTICAL Clinic untuk melihat lebih dekat profesionalitas kami dalam perawatan kesehatan mata keluarga Indonesia.



