Klinik Mata JakartaFotofobia adalah suasana mata jadi sakit atau tidak nyaman dikala melihat sinar terang. Kondisi ini cukup sering terjadi, dan umumnya keluhan akan muncul waktu melihat sinar matahari maupun lampu yang benar-benar terang.

Sebenarnya fotofobia bukanlah suatu penyakit, melainkan tanda-tanda dari penyakit tertentu, seperti infeksi atau iritasi pada mata. Fotofobia akan ditandai dengan rasa silau, lebih sensitif pada cahaya, dan mata kadang-kadang perih andaikan melihat cahaya. Keluhan ini mampu disertai dengan nyeri di dahi dan refeks menutup mata waktu melihat cahaya. Fotofobia mampu berjalan pada salah satu atau ke dua mata.

Kenali Gejala Fotofobia, dan juga Penyebab dan Cara Penanganannya – Alodokter

Mengenali Penyebab Fotofobia
Fotofobia sering berjalan pada seseorang yang mengalami gangguan mata dan sistem saraf. Hal ini dikarenakan munculnya fotofobia erat kaitannya dengan sel-sel saraf penerima rangsangan sinar di mata, dan sistem saraf pusat sebagai pengolah informasi tersebut.

Beberapa gangguan mata yang mampu sebabkan fotofobia adalah:

  • Mata kering.
  • Uveitis, yakni peradangan pada uvea (lapisan sedang mata).
  • Iritis, yakni peradangan iris (selaput pelangi).
  • Keratitis, yakni peradangan pada kornea.
  • Konjungtivitis, yakni peradangan pada konjungtiva (selaput yang melapisi bagian putih mata dan kelopak mata).
  • Abrasi kornea, yakni goresan di permukaan kornea.
  • Katarak, yakni mengeruhnya lensa mata.
  • Blepharospasm atau mata kedutan.

Baca Juga :

Gunakan Obat Mata Merah Berdasarkan Penyebabnya

Selain gangguan mata, gangguan pada sistem saraf tersebut ini terhitung mampu sebabkan fotofobia:

  • Meningitis, yakni peradangan yang berjalan di meningen (lapisan pelindung otak dan saraf tulang belakang).
    Supranuclear palsy, yakni kelainan otak yang mengganggu keseimbangan tubuh dan gerakan bola mata.
  • Tumor di kelenjar hipofisis atau pituitari.
    Selain suasana medis tertentu, fotofobia terhitung mampu disebabkan oleh pengaruh samping obat-obatan, seperti pil kina, furosemide, dan antibiotik, dan juga prosedur LASIK (laser-assisted in situ keratomileusis).

Cara Penanganan Fotofobia
Penanganan fotofobia dilaksanakan untuk menyembuhkan penyebabnya dan meredakan gejalanya.

Jika fotofobia disebabkan oleh suasana medis, seperti mata kering, migrain, konjungtivitis, atau abrasi kornea, maka dokter akan menambahkan obat-obatan untuk menangani penyakit tersebut. Setelah penyebabnya ditangani, keluhan fotofobia umumnya terhitung akan hilang.

Selain itu, dokter terhitung akan menambahkan obat-obatan untuk meredakan keluhan fotofobia. Selama pengobatan, Anda perlu melaksanakan beberapa hal tersebut ini untuk mempercepat sistem pemulihan:

  • Gunakan kacamata dikala berada di luar rumah.
  • Kurangi atau sebisa kemungkinan menjauhi paparan sinar terang.
  • Jangan menggunakan lensa kontak dikarenakan akan sebabkan mata makin lama tidak nyaman
  • Hindari menggunakan make up di area mata, dikarenakan mampu meningkatkan risiko terjadinya iritasi mata.
  • Gunakan obat tetes mata yang diresepkan oleh dokter secara teratur.

Fotofobia bukanlah penyakit, melainkan tanda-tanda dari suatu penyakit. Penyebabnya mampu bermacam-macam. Oleh dikarenakan itu, andaikan Anda jadi lebih sensitif pada sinar atau gampang silau, sebaiknya langsung periksakan diri ke dokter supaya mampu diketahui penyebabnya dan diberikan penanganan yang sesuai.