Klinik Mata JakartaMelakukan tes mata secara rutin perlu untuk memelihara kebugaran mata Anda.

Tes mata tidak cuma bertujuan untuk mereka yang punya masalah pada penglihatan. Tes mata juga mampu mendeteksi berbagai penyakit mata sebelum akan gejalanya muncul.

Ini Pentingnya Tes Mata Sejak Dini

Tes Mata, Untuk Apa?
Banyak masalah pada mata yang tidak punya gejala atau tidak tahu tanda-tandanya, terutama pada bagian awal. Inilah alasan mengapa tes mata harus dilakukan. Jika diagnosis sudah didapat sejak dini, pengobatan yang pas dan berpotensi menyelamatkan penglihatan pun mampu langsung dilakukan.

Dengan tes mata, kami juga mampu tahu gejala awal keadaan kebugaran lainnya. Menurut keliru seorang dokter mata, mata mampu bertindak sebagai indikator kebugaran seseorang secara keseluruhan. Pasien dengan pandangan kabur mampu mengidap penyakit diabetes, tumor, atau lebih-lebih stroke. Mata kering mampu menjadi penanda seseorang terkena penyakit tiroid, rheumatoid arthritis, atau lupus. Gerakan mata yang tidak biasa mampu mengindikasikan adanya penyakit multiple sclerosis. Sedangkan mata merah dan gatal mampu membuktikan adanya alergi pada lensa kontak yang tidak disadari.

Tes mata pun mampu dikerjakan fungsi mencari rusaknya pada saraf mata setelah stroke, cedera kepala, atau keadaan lain yang menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak. Untuk mereka yang melamar pekerjaan didalam bidang elektronik, transportasi, militer, atau yang memerlukan kemampuan didalam membedakan warna, tes kebugaran pada anggota tubuh yang satu ini juga perlu untuk dilaksanakan.

Baca Juga :

Mata Plus pada Anak Kecil

Kapan Harus Tes Mata?
Seberapa sering seseorang harus melakukan tes mata ditentukan oleh beberapa faktor layaknya usia, kesehatan, dan apakah punya risiko mengidap masalah mata.

  • Bayi umur 6-8 minggu, di check apakah mata Si Kecil mengikuti objek menarik, berwarna-warni, atau wajah seseorang.
  • Bayi umur 2-3 bulan, apakah Si Kecil coba raih barang yang mereka lihat.
  • Bayi umur 3-5 bulan, apakah Si Kecil terasa mengikuti ekspresi wajah dan menyimak berbagai hal lebih dekat.
  • Bayi umur 6-12 bulan, apakah Si Kecil fokus pada hal-hal yang dekat dan jauh dan juga menyimak foto dan gambar.
  • Anak umur di bawah 3 th. mungkin dapat di check untuk tahu masalah mata yang paling lazim layaknya mata juling, lazy eye (mata malas).
  • Setelah itu, di umur pada 3 sampai 5 tahun, anak mampu menekuni kontrol mata yang lebih luas.
  • Jika sudah memasuki umur sekolah, Si Kecil harus di check penglihatannya sebelum akan masuk kelas satu sekolah dasar (1 SD). Jika tidak tersedia gejala penyakit mata dan tidak tersedia riwayat keluarga dengan masalah penglihatan, tes mata mampu dikerjakan lagi tiap-tiap satu atau dua th. sekali. Atau melakukan tes mata sesuai arahan dokter mata.
  • Usia 20-an dan 30-an disarankan untuk melakukan tes mata tiap-tiap lima sampai 10 tahun.sia 40-54 th. tiap-tiap dua sampai empat th. sekali.
  • Usia 55-64 th. tiap-tiap satu sampai tiga th. sekali.
  • Usia di atas 65 th. tiap-tiap satu atau dua th. sekali.

Perlu diingat, tes mata mampu lebih sering dikerjakan jikalau seseorang memanfaatkan kacamata atau lensa kontak, punya penyakit kritis yang mampu menyebabkan timbulnya penyakit mata (contohnya penyakit diabetes), dan tersedia riwayat penyakit mata didalam keluarga.