Ortho K – Seringkali kita jumpai anak-anak yang sudah memakai kacamata akibat terjadinya miopi atau rabun jauh. Meskipun sebagian orang beranggapan bahwa miopi merupakan kondisi perkembangan sederhana yang dialami oleh anak-anak, namun efek yang ditimbulkannya cukup besar. Miopi pada anak-anak memiliki potensi yang mengarah pada permasalahan penglihatan yang cukup serius. Sehingga, miopi atau rabun jauh harus dianggap kurang lebih sebagai penyakit gangguan kesehatan mata. Kondisi saat ini cukup memprihatinkan dimana anak-anak dan remaja memiliki angka yang cukup tinggi pada tingkat miopi atau rabun jauh.

Apa Itu Miopi dan Gejalanya

Miopi atau rabun jauh adalah kondisi kornea mata yang tumbuh berlebihan atau terlalu cekung. Kondisi tersebut berakibat pada tidak fokusnya cahaya yang diterima dengan tepat. Sehingga seseorang memiliki penglihatan yang buram dalam melihat benda atau objek dengan jarak yang jauh. Miopi  seringkali meningkat terutama selama masa kanak-kanak dan remaja. Dalam satu dari sepuluh anak yang mengalami miopi atau rabun jauh, akan mengalami peningkatan di atas 6 dioptri. Dimana hal tersebut termasuk dalam resiko miopi dengan tingkat yang tinggi dan merupakan salah satu penyebab utama patologi seperti ablasi retina dan retinopati.

Sangat penting untuk merawat dan mengendalikan perkembangan miopi pada anak-anak. Terutama mencegah terjadinya peningkatan miopi pada anak. Periode kunci di mana miopi tumbuh dan berkembang adalah pada usia anak antara 7 dan 17 tahun. Masa itu adalah satu-satunya kemungkinan untuk meminimalisir dampak maupun perkembangan miopi yang dialami anak. Banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa miopi pada masa anak-anak, dapat meningkat dan menyebabkan masalah penglihatan yang lebih serius. Maka dari itu, diperlukan adanya pengawasan dan perawatan yang tepat guna mencegah segala kemungkinan ataupun resiko yang dapat merugikan kesehatan mata anak.

Beberapa gejala yang secara umum menjadi indikasi terjadinya miopi, dapat membantu anda untuk melakukan deteksi secara dini. Melalui deteksi dini gejala miopi, perawatan yang dilakukan dapat bekerja secara maksimal dan optimal.

  • Penglihatan buram ketika melihat benda dalam jarak jauh
  • Harus menyipitkan mata atau sebagian menutup kelopak mata untuk melihat dengan jelas
  • Sakit kepala karena kelelahan mata
  • Harus duduk lebih dekat dengan televisi, layar lebar, atau di depan kelas
  • Tampak tidak menyadari adanya benda jauh
  • Mengedipkan mata secara berlebihan
  • Terus menggosok mata

Baca Juga: Kenali Resiko Mata Minus untuk Mendapatkan Terapi Mata Minus yang Tepat

Ortho-K Solusi Terbaik untuk Miopi

Pada umumnya, kacamata dan lensa kontak digunakan dalam mengoreksi miopia masa kanak-kanak. Namun, penggunaan alat bantu optik tersebut dapat membatasi kebebasan anak-anak dalam beraktifitas. Oleh sebab itu, hadirlah orthokeratology (Ortho K). Ortho k adalah lensa kontak yang digunakan secara eksklusif selama tidur dan memperbaiki miopia, hyperopia dan astigmatisme. Saat dikenakan di malam hari, lapisan terluar mata, epitel kornea, akan dibentuk dengan lembut melalui lensa ortho k. proses tersebut bertujuan untuk mengembalikan bentuk kornea sehingga anak kembali memiliki penglihatan yang normal. Cukup dengan pemakaian selama kurang lebih 8 jam ketika anak tidur di malam hari. Efek ortho k akan berlangsung sepanjang hari dan secara bertahap mengembalikan penglihatan yang jelas dan normal dengan pemakaian rutin.

Ortho-k menawarkan cara yang efisien untuk memperlambat, atau mungkin menghentikan, kelanjutan perkembangan miopi pada anak-anak. Selain itu, ortho-k untuk anak-anak juga memberikan kebebasan kepada anak-anak yang tidak ingin diganggu oleh kacamata yang tidak nyaman. Lensa orto-k hanya dikenakan di tempat tidur, jadi hampir tidak ada risiko anak-anak kehilangan atau merusaknya.

Anda membutuhkan layanan kesehatan mata ortho k? Maka segera hubungi kami di Vio Optical Clinic. Dengan peralatan medis yang canggih dan lengkap serta para staff professional, anda akan memperoleh pelayanan kesehatan mata terbaik.