Klinik Mata Jakarta – Dalam bhs medis, penyumbatan saluran air mata disebut bersama obstruksi duktus nasolakrimalis. Kondisi ini sebenarnya terbilang sering dialami oleh bayi yang baru lahir, entah di tidak benar satu atau kedua mata.

Kenapa saluran air mata pada bayi bisa tersumbat?
Normalnya, air mata berperan mutlak di dalam mendukung proses penglihatan seseorang. Cairan bening ini akan memelihara kelembaban mata, menyuplai oksigen untuk mata, menghalau zat-zat yang berisiko mengiritasi mata, sampai melapisi permukaan mata.

Air mata yang dihasilkan oleh kelenjar air mata, nantinya akan dialirkan masuk ke di dalam saluran air mata. Sayangnya, terkadang susunan jaringan (membran) pada saluran air mata justru menutup sehingga membatasi aliran air mata yang hendak masuk.

Akibatnya, saluran air mata tersumbat pada bayi, yang lantas memicu air mata tetap menggenang di permukaan mata. Penyebab paling umum mengapa saluran air mata pada bayi bisa tersumbat, yaitu dikarenakan lubang di kelopak mata (punta) pada bayi belum berkembang seluruhnya.

Itu sebabnya, beberapa saluran air mata tambah menutup sehingga seolah menciptakan penghalang bagi masuknya air mata.

Di sisi lain, saluran air mata tersumbat pada bayi termasuk bisa disebabkan oleh:

  • Saluran kelopak mata bagian atas atau bawah tertutup
  • Infeksi mata
  • Tulang hidung bengkok, sehingga membatasi saluran air mata menuju rongga hidung
  • Saluran air mata terlalu sempit
  • Polip hidung
  • Adanya kista atau tumor
  • Cedera pada saluran air mata

Apa tanda-tanda dikala saluran air mata tersumbat pada bayi?
Jika si kecil mengalami penyumbatan saluran air mata, beberapa tanda berikut ini kebanyakan akan muncul:

  • Air mata muncul terus-terusan berasal dari tidak benar satu atau kedua mata
  • Kelopak mata bengkak dan berwarna kemerahan, namun mata tidak merah
  • Kelopak mata muncul lengket dan saling menempel
  • Kadang muncul kotoran atau nanah berwarna kuning kehijauan

Sebenarnya, kotoran yang muncul ini merupakan kombinasi berasal dari air mata dan bakteri. Sekilas sebenarnya kelihatan serupa seperti mata yang tengah terinfeksi, namun ini belum pasti merupakan tanda infeksi. Sebab seluruh orang, termasuk bayi, miliki bakteri yang hidup di kelopak mata.

Baca Juga : Ini 4 Tanda Obat Tetes Tak Lagi Manjur Atasi Mata Kering

Oleh dikarenakan itu, dikala saluran air mata tersumbat maka bakteri tidak bisa mengalir kemana pun, dan akan tetap tinggal di kelopak mata. Inilah yang terkadang memicu timbulnya infeksi kala saluran air mata bayi tengah tersumbat, terutama kecuali bakteri yang menumpuk di kelopak mata udah terlalu banyak.

Meski begitu, Anda tidak mesti kuatir dikarenakan penyumbatan saluran air mata pada bayi sebenarnya tidak berbahaya. Namun apabila sampai berlangsung infeksi, segera periksakan ke dokter mata Anda.

Bagaimana langkah mengobati saluran air mata bayi yang tersumbat?
Ada 2 pilihan langkah untuk memulihkan saluran air mata tersumbat pada bayi, yakni:

Metode konservatif
Sebagian besar masalah penyumbatan saluran air mata pada bayi kebanyakan akan pulih bersama sendirinya tanpa penyembuhan khusus. Hal ini tergantung berasal dari tingkat keparahan sumbatan air mata yang dialami si kecil.

Dokter kemungkinan akan merekomendasikan Anda untuk rutin memijat kantung air mata si kecil bersama perlahan, kegunaan mendukung melancarkan penyumbatan. Bila umur bayi masih kurang 1 tahun dan mengalami infeksi pada saluran air matanya, pemberian obat tetes mata antibiotik dan salep bisa menjadi pilihan.

Metode invasif
Pengobatan yang tidak mempan bersama metode konservatif, bisa dilanjutkan bersama metode invasif. Dalam perihal ini, dokter akan jalankan pembedahan bersama memasukkan suatu alat medis (probe) ke di dalam saluran air mata.

Tujuannya pasti untuk melancarkan penyumbatan yang membatasi masuknya aliran air mata. Bukan cuma itu, dokter bisa merekomendasikan pemasangan stent untuk memelihara saluran tetap terbuka. Atau bersama gunakan kateter balon kegunaan memperlebar saluran air mata bayi.