VIO OPTICAL – Rabun jauh atau mata minus adalah gangguan penglihatan yang menyebabkan mata tidak bisa melihat objek di kejauhan. Kondisi ini dapat mempengaruhi kemampuan visual seseorang untuk melihat objek yang berada lebih jauh darinya. Dimana objek tersebut akan nampak kabur dan buram serta tidak bisa terlihat dengan jelas. Namun sebaliknya untuk objek yang letaknya dekat biasanya dapat dilihat dengan sangat jelas. Kondisi rabun jauh atau mata minus juga sering disebut dengan istilah medis yaitu myopia.  Dan salah satu faktor yang dapat menyebabkan mata minus yaitu faktor genetik atau keturunan.

Mata minus seringkali dianggap hanya dapat mempengaruhi seseorang yang sudah lanjut usia. Namun pada kenyataannya mata minus dapat menyerang siapa saja mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Bahkan kondisi ini bisa dialami oleh anak-anak dan menurun dari kedua orangtuanya di mana faktor keturunan menjadi salah satu penyebab mata minus. Orang tua yang memiliki mata minus dan memakai kacamata tebal akibat derajat minus yang terlalu tinggi seringkali menurunkannya pada anak mereka. Dimana anak mereka memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami mata minus dibandingkan yang tidak memiliki riwayat keluarga mata minus.

Faktor genetik dapat mempengaruhi mata minus selain faktor lainnya. Dimana ada hubungan genetik antara cara orang tua dengan mata minus dan resiko menurunkan mata minus pada anak. Karena anatomi bola mata dan kornea dari orang tua sama dengan anak. Sehingga kemudian anak yang memiliki riwayat keluarga mata minus juga dapat mengalami hal yang sama. Meski tidak semua anak dapat mengalaminya, tapi resiko yang dimilikinya semakin besar ketika orang tua mereka memiliki mata minus.

Resiko memiliki mata minus yang diturunkan dari orang tua bisa semakin meningkat ketika didukung dengan faktor lainnya. Seperti misalnya kebiasaan anak-anak yang bermain gadget di tempat yang gelap serta dalam waktu yang lama. Hal tersebut dapat mempengaruhi otot-otot bola mata yang memegang. Lama-kelamaan kondisi tersebut akan memicu resiko mata minus atau rabun jauh. Apalagi jika kedua orang tuanya sudah memiliki mata minus, sehingga resiko munculnya mata minus semakin tinggi dikarenakan faktor genetik dan faktor lingkungan yang mendukungnya.

Baca Juga: Kenali Ciri Ciri Mata Minus Pada Anak

Pada anak-anak mata minus umumnya mulai terjadi ketika mereka berada di usia sekolah hingga mereka remaja. Selain itu orang tua harus mewaspadai gejala maupun tanda munculnya mata minus pada anak meliputi:

  • Pandangan kabur

Salah  gejala   dari  mata minus yaitu jarak pandang menjadi lebih dekat dan penglihatan mulai kabur terutama saat melihat objek yang jauh.

  • Sakit kepala

Sakit kepala juga Merupakan salah satu gejala munculnya mata minus. Ini terjadi karena mata yang terlalu lelah akibat bekerja secara berlebihan.

  • Tidak menyadari keberadaan objek 

Anak-anak yang mengidap mata minus bisa saja tidak menyadari keberadaan suatu objek terutama objek yang terletak jauh. Jadi bisa saja anak-anak tidak dapat melihat sesuatu yang bisa dilihat oleh orang lain.

Sangat penting untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan mata anak secara menyeluruh atau dikenal dengan istilah pediatric refraction. Ini merupakan pemeriksaan mata menyeluruh yang dikhususkan untuk ank-anak. Dimana ada serangkaian tahapan pemeriksaan untuk pengecekan keseimbangan kedua bola mata, tes buta warna, dan tes tajam penglihatan. Pemeriksaan ini perlu dilakukan setidaknya setahun sekali, terutama jika kedua orang tua memiliki riwayat gangguan penglihatan seperti mata minus. Melalui pemeriksaan tersebut maka bisa dilakukan pencegahan dengan hasil yang lebih optimal.

Anda membutuhkan layanan kesehatan mata? Segera kunjungi Vio Optical Clinic. Kami memberikan layanan pemeriksaan kesehatan mata secara menyeluruh dengan peralatan medis canggih yang lengkap. Vio Optical Clinic memiliki staf profesional yang siap untuk memberikan pelayanan terbaik untuk anda. Percayakan kesehatan mata anda bersama layanan kesehatan mata dari Vio Optical Clinic.