Klinik Mata Jakarta – Kita semua tahu bahwa banyak karakteristik kita yang diwariskan dari orang tua kita, mulai dari warna rambut, mata hingga bentuk hidung. Mereka mungkin juga mewariskan sifat-sifat kepribadian tertentu atau kemampuan atletis dan akademis, tetapi bagaimana dengan bakat lainnya? Penelitian telah menunjukkan bahwa orang tua yang rabun jauh lebih mungkin memiliki anak yang juga menderita rabun jauh.

Hal yang sama juga berlaku untuk orang tua yang menderita hipermetropi (rabun jauh), karena kedua kelainan refraksi ini disebabkan oleh penanda genetik yang diturunkan. Sehingga, apabila anak-anak mulai mengalami gejala rabun jauh, lebih baik segera melakukan terapi mata minus.

Faktanya, sebagian besar masalah penglihatan yang umum terjadi dapat dikaitkan dengan genetik. Jika seseorang memiliki dua orang tua dengan rabun jauh, maka ada kemungkinan 1 dari 3 orang tuanya akan mengalami miopi. Jika hanya satu orang tua yang menderita rabun jauh, kemungkinannya adalah 1 dari 5, dan tanpa salah satu dari kedua orang tua yang menderita rabun jauh, kemungkinan anak mereka menderita miopia adalah 1 dari 40. Jelas terlihat bahwa gen Anda berdampak pada kebutuhan Anda akan kacamata, meskipun penelitian tentang rabun jauh yang diwariskan masih terbatas dan pengetahuan di bidang ini masih terus berkembang.

Presbiopi adalah rabun jauh yang berkaitan dengan usia, yang biasanya terjadi pada usia 40-an. Seiring bertambahnya usia, lensa alami di mata Anda menjadi lebih tebal dan kurang fleksibel, sehingga lensa lebih sulit menyesuaikan diri untuk membaca tulisan yang kecil dan dekat. Kondisi ini memengaruhi sebagian besar orang dewasa berusia 40 tahun ke atas, meskipun usia saat kondisi ini terjadi – dan tingkat keparahannya – mungkin sama dengan pengalaman yang dialami orang tua Anda dengan presbiopi. Apabila dibiarkan begitu saja akan bertambah parah, maka Anda bisa secepatnya melakukan terapi mata minus.

Dapatkah Anda Mewarisi Penyakit Mata?

Glaukoma dan degenerasi makula terkait usia adalah dua penyebab utama kebutaan pada orang dewasa, dan penelitian menunjukkan bahwa kedua penyakit ini lebih mungkin diwariskan daripada terjadi secara acak. Glaukoma adalah penumpukan cairan di dalam mata yang meningkatkan tekanan bola mata dan merusak saraf optik, sehingga berpotensi menyebabkan kebutaan.

Jika Anda memiliki riwayat glaukoma dalam keluarga, Anda memiliki kemungkinan 9 kali lebih besar untuk mengalaminya. Anda dapat mengurangi risiko glaukoma dengan menjaga berat badan yang sehat, membatasi kadar kafein untuk menjaga tekanan bola mata tetap rendah, dan berolahraga setiap hari.

Baca Juga: Apakah Gangguan Penglihatan Berpengaruh pada Mabuk Perjalanan?

Degenerasi makula terkait usia juga, sayangnya, biasanya merupakan kondisi yang diturunkan. Kondisi ini terjadi ketika bagian tengah retina yang kecil mulai memburuk, sehingga menyebabkan kehilangan penglihatan atau penglihatan menjadi bergelombang dan kabur. Anda 3-4 kali lebih mungkin mengembangkan Degenerasi Makula jika Anda memiliki orang tua atau saudara kandung yang menderita kondisi ini, tetapi, sekali lagi, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi peluang Anda mengembangkannya.

Berhenti merokok dapat mengurangi risiko Anda sebanyak 2-3 kali lipat, begitu pula dengan mengonsumsi asam omega-3, serta mengontrol tekanan darah dan kolesterol. Strabismus adalah kondisi mata lain yang diduga diwarisi dari orang tua Anda. Kondisi ini terjadi ketika salah satu mata berputar ke arah yang berbeda dari mata yang lain, dan terjadi karena orang yang mengalaminya memiliki otot mata yang lebih lemah. 40% pasien dengan strabismus juga memiliki anggota keluarga yang mengalami kondisi ini dan penelitian saat ini sedang dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan genetik antara orang tua dan anak yang mengalami strabismus.

Apakah Anda dan keluarga membutuhkan layanan kesehatan mata? Segera kunjungi Vio Optical Clinic. VIO Optical Clinic adalah Eyecare yang profesional dan juga terpercaya yang selalu ada untuk membantu Anda dan keluarga meningkatkan kualitas penglihatan menjadi lebih baik melalui layanan terapi mata minus.

VIO Optical Clinic sudah didirikan sejak tahun 2013 terletak di Harapan Indah dan Grand Galaxy City – Bekasi dan berada di bawah naungan Dokter Optometri lulusan Cebu Doctor University Phillipine yang berpengalaman. Selain itu, juga mendapatkan sertifikasi oleh Fellow American Academy of Optometry (FAAO) serta memiliki spesialisasi di bidang Vision Therapy (Terapi Penglihatan) yang memiliki kualitas skala internasional. Tidak hanya Dokter Optometri, VIO Optical Clinic juga bekerja sama dengan para Dokter Spesialis Mata yang juga siap membantu Anda dan keluarga untuk menangani berbagai permasalahan pada mata. Dan juga menawarkan perawatan Ortho K yang aman untuk Anda.

VIO Optical Clinic juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan mata secara menyeluruh dengan peralatan medis canggih yang lengkap. Jadi, percayakan kesehatan mata Anda dan keluarga bersama layanan kesehatan mata dari Vio Optical Clinic. Dan jangan lupa kunjungi juga channel kami VIO OPTICAL Clinic untuk melihat lebih dekat profesionalitas kami dalam perawatan kesehatan mata keluarga Indonesia.