Klinik Mata Jakarta – Dari sekian banyak kelainan mata yang mungkin Anda alami, Amblyopia  merupakan salah satu diantaranya. Pernahkah Anda mendengar istilah Amblyopia ini? Dalam bahasa sehari hari Amblyopia seringkali disebut sebagai Lazy Eyes atau Mata Malas. Penyakit satu ini tidak memandang usia dan bisa menyerang siapa saja. Hanya saja orang dewasa memang lebih rentan mengalaminya.

Lazy Eyes atau mata malas merupakan salah satu kelainan mata yang sering ditemui di Indonesia. Untungnya kualitas penanganan medis di negeri ini sudah cukup maju. Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mengantisipasi munculnya kelainan mata satu ini. Bagi Anda yang  masih awam, sangat baik jika Anda memahami segala hal yang berkaitan dengan penyakit satu ini.

Baca juga : Mata Minus Beda Kanan Kiri, Apakah Itu Gejala Mata Malas?

Pasalnya jika Anda memahami kelainan mata satu ini dengan baik, Anda pasti bisa mengantisipasinya dengan baik pula. Jangan biarkan penyakit datang jika Anda masih bisa mempersiapkan “penangkal” terhadapnya. Baiklah, agar lebih singkat silahkah Anda simak paparan mengenai Lazy Eyes atau Amblyopia di bawah ini.

Mengenal Amblyopia atau Mata Malas Lebih Jauh

Sebelum melakukan pembahasan lebih lanjut, tentunya akan sangat baik jika Anda mengenal meat malas itu sendiri. Amblyopia atau mata malas adalah satu kondisi dimana salah satu mata mengalami penurunan daya lihat. Hal ini biasanya dipicu oleh perkembangan daya lihat yang tidak normal pada masa kanak-kanak.

Biasanya penyakit satu ini menjangkit pada anak usia 1 hingga 7 tahun. Karenanya jika Anda melihat anak mengalami gangguan penglihatan, pastikan untuk melakukan penanganan segera. Karena hal ini akan berdampak sangat buruk terhadap kesehatan mata anak nantinya. Jangan pernah menyepelekannya, amblyopia ini bisa mengakibatkan kebutaan jika dibiarkan.

Hal Yang Menjadi Penyebab Mata Malas

Ada beberapa hal yang menjadi pemicu munculnya mata malas pada anak. Salah satunya adalah gangguna pada jalur saraf retina di mata. Jalur saraf ini berada pada bagian belakang bola mata. Biasanya mata yang lemah atau mata malas akan menerima sinyal penglihatan yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan mata pertama.

Ada juga pemicu lain dari mata malas ini yakni mata juling atau strabismus. Karena otor yang memposisikan mata tidak seimbang, potensi mata malas bisa terjadi pada penderita mata juling. Mata yang juling seperti ini bisa menghambat pergerakan dari kedua mata untuk bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik.

Hal lain yang menjadi pemicu terjadinya mata malas adalah deprivasi pada daya lihat mata. Biasanya hal ini dipicu oleh penyakit lain pada mata misalnya katarak dan penyakit lain. Fungsi mata yang terganggu khususnya sebelah bisa menjadi pemicu terjadinya mata malas. Pada intinya mata malas bisa terjadi jika salah satu mata dalam kondisi baik dan mata lainnya dalam kondisi tidak baik.

Pada momen ini otak hanya akan menerima sinyal dari mata yang baik saja dan mata yang satunya tidak diterima. Hal ini akan membuat mata yang satunya atau mata malas tidak berfungsi. Biasanya gejala mata malas ini akan ditandai dengan mata yang terus mengarah ke luar atau kedalam, serta kordinasi mata yang tidak tampak seimbang. Bahkan jika sudah parah, penderita akan memiringkan kepalanya untuk melihat sebuah obyek agar mendapatkan fokus.

Itulah beberapa penjelasan yang bisa kami sampaikan mengenai Lazy Eyes atau Amblyopia ini. Bagi and ayang masih memiliki mata normal. Pastikan untuk terus menjaga kesehatan mata. Segera hubungi dokter ahli jika Anda memang mengalami gangguan terhadap penglihatan Anda. Jangan sampai Anda membiarkan terjadinya gangguan mata dalam tempo lama jika tidak ingin terjadi hal-hal yang buruk.