Low Vision – Seseorang memiliki penglihatan rendah atau low vision ketika ia memiliki keterbatasan visual. Kemampuan visual yang menurun membuat seseorang sulit atau tidak mungkin untuk melakukan kegiatan atau aktifitas sehari-hari. Low vision tidak dapat dikoreksi dengan alat bantu optik konvensional, perawatan medis atau operasi. Selain itu, low vision dapat menyebabkan berbagai tingkat kerusakan pada pasien. Pada kasus yang parah, ada kesulitan dalam posisi dan gerakan atau kehilangan kemampuan visual secara total. Semakin dini low vision di deteksi, semakin tepat waktu perawatan dan semakin baik pula efek pengobatannya.

Apa itu Low Vision?

Low vision mengacu pada disfungsi visual yang tidak dapat diperbaiki dengan pembedahan, pengobatan, atau optometri umum. Low vision mencakup penurunan penglihatan dan berkurangnya bidang visual. Ketajaman visual terbaik dari mata adalah kurang dari 0,3 dan sama dengan atau lebih baik dari 0,05. Definisi baru mengacu pada pasien yang masih memiliki gangguan penglihatan setelah perawatan atau koreksi bias. Dimana ketajaman visual kurang dari 0,3 untuk persepsi cahaya, atau radius bidang visual kurang dari 10 derajat. Untuk anak-anak, low vision dapat menonaktifkan sensitivitas kontras dan menonaktifkan adaptasi gelap.

Faktor Risiko yang Berakibat pada Low Vision

Low vision dapat disebabkan oleh bawaan, cedera atau trauma. Dalam kebanyakan kasus, low vision terjadi pada orang tua akibat munculnya berbagai penyakit. Penyebab atau faktor medis yang memunculkan risiko low vision dapat dipahami melalui penjelasan berikut ini.

  1. Albinisme

Albinisme adalah suatu kondisi genetik yang menentukan fenotip yang sangat khas (penampilan fisik), karena tidak adanya atau berkurangnya pigmentasi pada kulit, mata, dan rambut.. Albinisme menyebabkan defisiensi pigmentasi pada retina, iris, dan koroid (lapisan pembuluh darah yang menggelapkan mata). Hal tersebut menyebabkan pupil berwarna merah tua dan iris menjadi abu-abu muda atau keunguan. Kurangnya pigmentasi menyebabkan beberapa masalah seperti:

  • Ketajaman visual menurun dari 20/60 menjadi 20/400
  • Nystagmus: gerakan tidak teratur dan cepat dari sisi ke sisi mata
  • Strabismus: mata juling atau tanpa koordinasi
  • Fotofobia: kepekaan terhadap cahaya atau silau yang sangat terang

Baca Juga: Apa yang Harus Diketahui tentang Orthokeratology?

  1. Degenerasi Makula Terkait Usia (AMD)

Degenerasi Makula Terkait Usia adalah penyebab utama hilangnya penglihatan pada seseorang di atas usia lima puluh tahun. Satu penyakit degeneratif yang memengaruhi area retina yang berspesialisasi dalam penglihatan detail yang halus dan memungkinkan seseorang membaca atau membedakan wajah orang. Terdapat banyak subtipe AMD, tetapi pada dasarnya ada dua bentuk utama yaitu basah, atau eksudatif, dan kering, atau atrofi.

Degenerasi makula basah bentuk yang paling sedikit terjadi dan hanya berkisar sekitar 15%. Namun kondisi ini memiliki perkembangan degenerasi yang cukup cepat. Sehingga diperlukan perawatan segera untuk menghindari kerusakan penglihatan pusat,  yang menyebabkan perdarahan dan efusi dalam lapisan retina. Sedangkan degenerasi makula kering merupakan gangguan yang terjadi hampir 85% dari semua kasus degenerasi makula terkait dengan usia.  Dalam jenis degenerasi makula kering hilangnya ketajaman visual lebih lambat. Meskipun perkembangannya yang lambat, namun resiko akibat degenerasi makula kering lebih tinggi. Dimana anda bisa mengalami ketajaman visual yang menurun secara signifikan bahkan tanpa anda sadari.

  1. Glaukoma

Glaukoma adalah gangguan kesehatan mata yang memiliki degenerasi progresif saraf optik. Jika tidak ada diagnosis dini dan melakukan pengobatan yang memadai, kehilangan penglihatan yang permanen dapat terjadi. Diagnosis glaukoma harus dilakukan oleh dokter spesialis mata dengan teknologi yang sesuai.  Glaukoma adalah penyakit kronis yang pengobatannya tergantung pada tingkat perkembangan penyakit dan situasi pasien. Seringkali low vision yang dialami seseorang disebabkan oleh faktor glaukoma yang diderita. Sehingga, ketajaman visual kian menurun seiring tingkat perkembangan glaukoma yang dialami.

  1. Retinopati diabetes

Retinopati diabetes adalah penyakit pembuluh darah retina yang disebabkan oleh kerusakan pada pembuluh darah pada retina. Hal tersebut dapat disebabkan oleh dekompensasi metabolik diabetes. Gangguan ini dapat menyebabkan hilangnya penglihatan yang anda miliki secara signifikan. Pada beberapa kasus, akan terjadi proliferasi pembuluh darah abnormal yang menyebabkan perdarahan. Kehadiran darah di ruang vitreous, menyebabkan visual anda menjadi buram.

Anda membutuhkan layanan kesehatan mata professional? Segera kunjungi atau hubungi alamat dan kontak person Vio Optical Clinic. Kami menyediakan berbagai layanan kesehatan mata termasuk low vision treatment. Percayakan kesehatan mata anda bersama Vio Optical Clinic.