Mata Buram pada Pengidap Diabetes: Penyebab, Penanganan, dan Cara Mencegah Kehilangan Penglihatan

Klinik Mata Jakarta – Mata burampada penderita diabetes merupakan salah satu gejala yang sering dialami oleh banyak orang dengan gangguan mata. Penderita diabetes akut sering mengalami gejala ini ketika kadar glukosa darah mereka lebih tinggi dari normal, yaitu 100 mg/dL sebelum makan dan kurang dari 140 mg/dL setelah makan. Ketika seseorang menderita diabetes, tubuhnya kesulitan […]

Klinik Mata Jakarta – Mata burampada penderita diabetes merupakan salah satu gejala yang sering dialami oleh banyak orang dengan gangguan mata. Penderita diabetes akut sering mengalami gejala ini ketika kadar glukosa darah mereka lebih tinggi dari normal, yaitu 100 mg/dL sebelum makan dan kurang dari 140 mg/dL setelah makan. Ketika seseorang menderita diabetes, tubuhnya kesulitan mengubah makanan menjadi energi yang dibutuhkan. Insulin, hormon yang mengangkut glukosa (gula darah) ke sel-sel tubuh, tidak dapat diproduksi oleh tubuh pada penderita diabetes.

Oleh karena itu, penderita diabetes mungkin mengalami penglihatan kabur sebagai akibat dari penyakit ini. Mari kita telaah detail berikut untuk memahami lebih dalam hubungan antara diabetes dan masalah penglihatan!

Apa Penyebab Penglihatan Kabur pada Penderita Diabetes?

Gangguan dalam produksi insulin, hormon yang mengangkut glukosa (gula darah) ke sel-sel tubuh, menyebabkan penglihatan kabur pada penderita diabetes. Pembuluh darah dan sel saraf di seluruh tubuh, termasuk di mata, dapat rusak akibat kadar glukosa yang terlalu tinggi dalam aliran darah, yang seharusnya masuk ke dalam sel. Inilah alasan utama mengapa penderita diabetes mengalami mata buram. Diabetes dapat menyebabkan sejumlah masalah mata, seperti:

  • Retinopati Diabetes: Kerusakan pada pembuluh darah retina akibat diabetes yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan.
  • Edema Makula: Kebocoran pembuluh darah akibat diabetes dapat menyebabkan makula bagian tengah retina membesar, sehingga mengganggu ketajaman penglihatan dan menyebabkan penglihatan kabur.
  • Glaukoma: Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah di retina dan memicu pembentukan pembuluh darah baru yang abnormal pada iris, yang dapat meningkatkan tekanan intraokular dan menyebabkan glaukoma neovaskular.
  • Katarak: Karena penderita diabetes memiliki kadar gula darah yang lebih tinggi, katarak mungkin muncul lebih awal dan berkembang lebih cepat pada mereka.

Retinopati diabetik dapat terjadi pada siapa saja yang menderita diabetes, baik tipe 1, tipe 2, maupun diabetes gestasional (diabetes selama kehamilan). Merokok, tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi risiko ini, yang meningkat seiring waktu.

Bagaimana Penderita Diabetes Mengatasi Penglihatan Kabur?

Penderita diabetes, terutama mereka yang menderita retinopati diabetik, dapat memperoleh manfaat dari sejumlah terapi medis untuk mengatasi penglihatan kabur, seperti:

  • Terapi Laser (Fotokoagulasi Laser): Prosedur ini memperlambat pembentukan pembuluh darah baru dengan membentuk penghalang dari jaringan parut;
  • Penghambat VEGF: Retinopati diabetik dapat diperlambat atau bahkan dibalikkan dengan pengobatan ini;
  • Vitrektomi: Proses pengangkatan seluruh atau sebagian vitreous, yaitu cairan di dalam mata;
  • Penempelan Kembali Retina: Untuk mengobati ablasi retina yang terkait dengan retinopati diabetik;
  • Suntikan kortikosteroid: Suntikan obat kortikosteroid untuk mengobati edema dan iritasi mata.

Baca Juga: Jangan Salah Pilih! Ini Rahasia Kacamata untuk Wajah Persegi Agar Wajah Terlihat Lebih Proporsional

Bagaimana Penderita Diabetes Dapat Mengurangi Risiko Penglihatan Kabur

Selain menjalani pengobatan, langkah-langkah berikut dapat membantu penderita diabetes menjaga kesehatan mata dan mengurangi risiko penglihatan kabur:

  • Lakukan pemeriksaan mata menyeluruh setidaknya sekali setahun agar dokter mata Anda dapat mendeteksi masalah sejak dini dan mengobatinya dengan lebih efektif;
  • Jaga Kadar Gula Darah Tetap Stabil: Penglihatan kabur dapat disebabkan oleh kadar gula darah tinggi yang merusak pembuluh darah dan mengubah struktur lensa mata;
  • Jaga kadar kolesterol dan tekanan darah pada nilai yang sesuai: Hal ini tidak hanya meningkatkan kesehatan secara umum, tetapi juga mengurangi risiko masalah mata dan kehilangan penglihatan.
  • Berhenti merokok: Berhenti merokok akan mengurangi risiko terkena gangguan mata yang terkait dengan diabetes; dan tetap berolahraga: Olahraga dapat melindungi mata Anda dan membantu Anda mengendalikan diabetes dengan lebih baik.

Apakah Anda dan keluarga membutuhkan layanan kesehatan mata? Segera kunjungi Vio Optical Clinic. VIO Optical Clinic adalah Eyecare yang profesional dan juga terpercaya yang selalu ada untuk membantu Anda dan keluarga meningkatkan kualitas penglihatan menjadi lebih baik melalui layanan Vision Therapy, salah satunya adalah terapi Ortho K (Orthokeratology) untuk terapi pengobatan dan mengurangi tingkat minus seseorang yang mengalami mata minus atau rabun jauh.

VIO Optical Clinic sudah didirikan sejak tahun 2013 terletak di Harapan Indah dan Grand Galaxy City – Bekasi dan berada di bawah naungan Dokter Optometri lulusan Cebu Doctor University Phillipine yang berpengalaman. Selain itu, juga mendapatkan sertifikasi oleh Fellow American Academy of Optometry (FAAO) serta memiliki spesialisasi di bidang Vision Therapy (Terapi Penglihatan) yang memiliki kualitas skala internasional. Tidak hanya Dokter Optometri, VIO Optical Clinic juga bekerja sama dengan para Dokter Spesialis Mata yang juga siap membantu Anda dan keluarga untuk menangani berbagai permasalahan pada mata.

VIO Optical Clinic juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan mata secara menyeluruh dengan peralatan medis canggih yang lengkap. Jadi, percayakan kesehatan mata Anda dan/ keluarga bersama layanan kesehatan mata dari Vio Optical Clinic. Dan jangan lupa kunjungi juga channel kami VIO OPTICAL Clinic untuk melihat lebih dekat profesionalitas kami dalam perawatan kesehatan mata keluarga Indonesia.