Klinik Mata JakartaBanyak orang beranggap rabun jauh atau miopia hanya berlangsung terhadap anak-anak. Ada juga yang bilang penggunaan kacamata mampu memperburuk rabun jauh. Padahal, semua itu hanya mitos yang tidak terbukti kebenarannya.

Rabun jauh merupakan keliru satu bentuk kelainan refraksi mata. Ketika mengalami rabun jauh, penderita tidak mampu menyaksikan bersama dengan memahami suatu objek yang letaknya jauh. Padahal, objek tersebut mampu dicermati bersama dengan memahami oleh orang yang penglihatannya normal.

10 Mitos Seputar Penyakit Rabun Jauh dan Faktanya

Miopi (myopia) disebabkan oleh susunan bola mata yang terlampau panjang atau kornea terlampau melengkung. Kondisi ini membawa dampak cahaya yang ditangkap oleh mata terlalu fokus di depan retina, supaya benda yang jauh muncul buram.

Menguji Kebenaran Mitos Seputar Rabun Jauh
Ada banyak mitos seputar rabuh jauh atau miopi. Namun, jangan enteng percaya dulu, sebab belum pasti mitos tersebut terbukti kebenarannya. Berikut ini adalah sebagian mitos mengenai rabun jauh beserta faktanya:

1. Miopi hanya berlangsung terhadap anak-anak
Miopi kebanyakan memang berkembang di era kanak-kanak, saat perkembangan tetap berlangsung. Namun, miopia juga mampu berlangsung terhadap orang dewasa. Salah satunya akibat formalitas menyaksikan benda berasal dari jarak yang terlampau dekat.

2. Duduk terlampau dekat bersama dengan TV mampu membawa dampak miopi
Kebiasaan menyaksikan benda berasal dari jarak dekat memang mampu meningkatkan risiko terjadinya rabuh jauh. Tapi, jangan langsung mengambil alih kesimpulan. Bisa saja orang yang kerap memirsa TV berasal dari dekat memang memang udah menderita rabun jauh. Penderita miopi lebih suka memirsa TV berasal dari dekat sebab mereka susah menyaksikan jauh.

3. Kacamata mampu memperburuk rabun jauh
Kacamata dan lensa kontak adalah keliru satu cara untuk menunjang penderita rabun jauh supaya mampu menyaksikan bersama dengan jelas. Alat bantu ini memang tidak mampu mengobati miopi, tapi juga tidak membawa dampak miopi jadi semakin parah. Sebaliknya, kacamata dan lensa kontak justru menahan kerusakan terhadap mata akibat situasi miopi yang tidak ditangani.

Perlu diketahui, rabun jauh selamanya mampu bertambah kritis meski udah mengenakan kacamata atau lensa kontak. Namun, perihal tersebut bukan disebabkan oleh penggunaan alat bantu ini, melainkan oleh situasi genetik atau formalitas sehari-hari.

4. Operasi laser adalah solusi jitu untuk mengatasi miopi
Rabuh jauh mampu berlangsung jika bola mata terlampau panjang atau kornea terlampau melengkung. Operasi mata bersama dengan laser atau LASIK mampu memperbaiki miopi yang disebabkan oleh kelainan bentuk kornea, tapi tidak mampu memperbaiki panjang bola mata.

Jadi, meski udah merintis operasi laser, Anda mampu saja tetap mengalami rabun jauh jika bola mata Anda juga terlampau panjang. Namun, sesudah bentuk kornea diperbaiki bersama dengan operasi laser, situasi miopi Anda dapat jadi lebih ringan.

5. Miopi berlangsung akibat cara menyaksikan yang salah
Mitos ini ada benarnya. Seseorang mampu terkena miopi jika kerap menyaksikan benda berasal dari dekat di dalam kala yang lama, jika membaca, menjahit, atau menyaksikan layar gadget. Namun, situasi genetik juga memegang kegunaan yang besar.

Jika Anda kerap menyaksikan dekat, pastikan beri jarak kurang lebih 35 cm antara mata bersama dengan benda yang dilihat. Terapkan juga ketetapan 20-20-20, yakni setiap 20 menit, alihkan pandangan untuk menyaksikan sejauh 20 kaki (6 meter), selama 20 detik. Jika udah menyaksikan objek berasal dari dekat selama 2 jam, sebaiknya istirahatkan mata minimal 15 menit.

6. Melihat objek berwarna hijau mampu mengurangi atau menahan miopia
Mengistirahatkan mata bersama dengan cara menyaksikan objek yang jauh di sela-sela kegiatan adalah perihal yang baik untuk dilakukan. Objek berwarna hijau, layaknya tumbuh-tumbuhan, mampu saja muncul saat mata tengah menyaksikan jauh. Namun, tidak ada keharusan untuk menyaksikan benda atau pemandangan yang berwarna hijau sewaktu mengistirahatkan mata.

Baca Juga :

Olahraga Mata yang Dapat Kamu Lakukan Setiap Hari

7. Miopi disebabkan oleh formalitas membaca sambil tiduran Kebiasaan membaca sambil tiduran, membaca di dalam gelap, dan memirsa TV terlampau lama mampu membawa dampak mata Anda mesti fokus terhadap benda-benda yang jaraknya dekat di dalam kala lama. Hal inilah yang mampu meningkatkan risiko terjadinya miopi.

Kebiasaan ini lebih kerap dikerjakan oleh anak-anak. Jadi, jika Anda menyaksikan bahwa anak Anda mempunyai formalitas yang mampu merusak mata, cobalah untuk memeriksakannya ke dokter mata. Gangguan penglihatan yang terlambat diketahui mampu membawa dampak kelainan yang lebih serius, jika mata malas (amblyopia).

8. Tidur lebih awal mampu menahan rabun jauh
Tidak ada bukti ilmiah yang menjelaskan bahwa tidur lebih awal mampu menunjang menahan miopi. Bukan lamanya tidur yang mampu merubah risiko seseorang untuk terkena rabun jauh, melainkan kegiatan yang dilakukannya sewaktu terjaga.

Bila Anda kerap tidur larut malam sebab lakukan kegiatan yang mengharuskan Anda untuk menyaksikan jarak dekat, layaknya bermain game di layar gadget atau membaca bersama dengan jarak yang terlampau dekat, pasti risiko Anda untuk terkena rabun jauh dapat lebih besar.

9. Makan wortel atau suplemen vitamin A mampu menahan atau mengobati rabun jauh

Mengonsumsi makanan yang tinggi vitamin A memang mempunyai dampak yang baik untuk kesegaran mata. Namun, perihal tersebut belum terbukti mempunyai dampak tertentu untuk mengobati rabun jauh. Meski begitu, makanan yang kaya dapat vitamin A selamanya mesti dikonsumsi secara rutin untuk memelihara kesegaran mata.

10. Kacamata bersama dengan minus yang lebih rendah mampu mengurangi rabun jauh

Mitos ini tidak benar. Mengenakan kacamata bersama dengan kekuatan lensa yang tidak cukup justru mampu mengakibatkan perasaan tidak nyaman, membawa dampak mata lelah, dan meningkatkan risiko terjadinya mata malas. Oleh sebab itu, gunakanlah kacamata bersama dengan kekuatan lensa yang tepat, supaya Anda mampu menyaksikan bersama dengan memahami dan nyaman.

Agar tidak keliru informasi seputar kesegaran mata dan penglihatan, jangan sembarang percaya bersama dengan mitos. Pastikan pernah kebenarannya ke dokter. Untuk memelihara kesegaran mata, periksakan mata Anda secara rutin ke dokter spesialis mata. Jika Anda menderita rabun jauh, cek ketajaman penglihatan Anda secara berkala sesuai wejangan dokter.