021- 294 75 974 admin@vio.co.id

translate from R.J WILSON article

Anda tidak akan percaya apa yang terjadi terhadap anak muda yang sehat dan aktif ini!!

Beberapa Rumah Sakit di Jakarta dan Sekitar nya melaporkan kebutaan pada anak-anak muda, terutama wanita yang berusia 22-44 tahun, Masalah yang sering di laporkan adalah Kebutaan sementara, yang biasanya berlangsung sekitar dua menit. Namun hal ini menumbulkan kekhawatiran di kalanga dokter.

Sebenera nya adalah sangat umum bahwa kebanyakan orang tidak menyadari masalah penglihatan yang dapat mengakibatkan kebutaan, sampai pada saat mereka atau keluarga mereka mengalami kebutaan permanent

Pada awalnya ditemukan permasalahan dari wanita yang mengunjungi rumah sakit setempat yang mengeluhkan kebutaan. Dia merasa khawatir karena dia berpikir ini adalah gejala stroke. Kemudian Dokter memerintahkan MRI, melakukan pemeriksaan jantung, dan tes lainnya untuk mendiagnosis gejalanya. Sayangnya, tidak satu pun tes ini memberikan informasi tentang apa yang menyebabkan kondisi penglihatan nya yang “kadang-kadang Hilang”

Baru setelah memeriksa keseluruhan riwayat kesehatan wanita tersebut dan mendiskusikan rutinitas hariannya, dokter pun melakukan terobosan. Para Dokter menyadari bahwa kebutaan itu disebabkan oleh sesuatu yang sederhana yang kebanyakan kita lakukan setiap hari

Masalahnya disebabkan oleh menggunakan ponsel/Handphone di tempat tidur pada saat ruangan gelap. Cahaya dari layar LED pun diserap ke matanya, menimbulkan gejala yang mirip dengan stroke. Karena pada saat menggunakan Smart Phone dalam kegelapan, akan memberi tekanan pada mata, namun biasanya tidak mengakibatkan hilangnya penglihatan secara keseluruhan.Namun, dalam kasus wanita ini, dia menggunakan telepon sambil meletakkan tiduran sehingga satu mata terfokus langsung ke layar sementara mata lain terhalang oleh bantalnya. Hal ini menyebabkan satu mata fokus pada cahaya sementara mata lainnya disesuaikan dengan kegelapan. Saat layar dimatikan, otak menjadi bingung dengan pesan yang tidak konsisten yang ditransmisikan dari matanya.
dan dengan demikian menyebabkan kebutaan sementara.

New England Journal of Medicine menyebut kondisi ini sebagai “TRANSIENT SMARTPHONE BLINDENSS” atau kebutaan sementara dikarenakan oleh penggunaaan Ponsel Pintar.

Para dokter yang mempublikasikan penelitian ini berharap bisa mengubah kebiasaan masyarakat tentang penggunaan teknologi di kamar tidur.

Selain itu, menggunakan ponsel Anda dalam kegelapan juga berpotensi menimbulkan masalah serius lainnya: ablasio retina (Retina lepas)

Hal ini juga terjadi pada seorang pria di China yang menggunakan teleponnya dalam kegelapan untuk berkomunikasi dengan pasangan nya. Setelah beberapa malam melakukan ini, dia mulai melihat kilasan cahaya di penglihatan nya, ini adalah sebuah tanda bahwa retina nya terlepas. Syukurlah, matanya diselamatkan karena dia bisa menerima perawatan medis tepat waktu.

Dokter mata menyarankan untuk memiliki berada di ruangan dengan penerangan yang cukup pada saat melihat ponsel, tablet, atau komputer di tempat tidur. Jika itu tidak mungkin, maka pastikan untuk memusatkan kedua mata tepat pada layar untuk memastikan kedua mata terfokus pada cahaya. Hal ini dapat mencegah ” TRANSIENT SMARTPHONE BLINDNESS) atau kebutaan smartphone sementara, ablasi retina (retina lepas), dan masalah penglihatan lainnya.

Para peneliti sangat berhati-hati dalam mendiaknosa permasalahan ini, hingga benar-benar terbukti

para peneliti masih membutuhkan lebih banyak penelitian.
Tetapi penelitian awal ini sangatlah menarik karena sehubungan dengan masalah menggunakan Ponsel pintar Anda dalam kegelapan yang bisa dan sering terjadi terjadi. Untuk keamanan, selalu usahakan menyalakan lampu saat menggunakan teknologi digital device di kamar tidur.