Tidak hanya pada orang tua, anak-anak juga bisa terkena Katarak!

Apa itu katarak?
Katarak adalah salah satu jenis penyakit mata yang menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia., bahkan hampir di seluruh dunia. Kebanyakan katarak berhubungan dengan penuaan. Penyakit ini dapat terjadi di kedua mata manusia, tidak bisa menyebar dari satu mata ke yang lainnya.
Lensa adalah bagian yang jelas dari mata yang membantu memusatkan cahaya atau gambar pada retina. Retina adalah jaringan yang peka cahaya di bagian belakang mata. Pada mata normal, cahaya melewati lensa transparan ke retina. Begitu sampai di retina, cahaya berubah menjadi sinyal saraf yang dikirim ke otak. Lensa harus jelas bagi retina untuk menerima gambar yang tajam. Jika lensa “mendung”akibat dari katarak, gambar akan terlihat menjadi buram.
Mengapa katarak bisa terjadi?
Lensa berada di belakang iris dan pupil. Cara kerjanya sama seperti dengan kamera. Lensa memusatkan cahaya ke retina di bagian belakang mata dimana gambar akan direkam. Lensa juga menyesuaikan fokus mata, membiarkan kita melihat dengan jelas baik dari jarak dekat maupun jarak jauh. Lensa terbuat dari air dan protein. Protein diatur dengan cara yang tepat agar lensa tetap bersih dan membiarkan cahaya melewatinya. Tapi seiring dengan bertambahnya usia, beberapa protein bisa berkumpul bersama dan mulai melapisi area kecil lensa. Ini yang dinamakan katarak. Seiring waktu, katarak dapat tumbuh lebih besar membentuk awan melebihi lensa sehingga sulit untuk melihat. Para ahli menduga ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan katarak, seperti merokok dan diabetes.
Bagaimana katarak bisa mempengaruhi penglihatan seseorang?
Katarak yang terjadi akibat usia bisa mempengaruhi kita dengan dua cara; Gumpalan protein mengurangi ketajaman gambar yang mencapai retina. Saat protein mengelompok, itu akan menghiasi lensa dan mengurangi cahaya ke retina. Kelonggaran bisa menjadi cukup parah untuk menyebabkan penglihatan kabur. Sebagian besar katarak yang terjadi karena penuaan berkembang dari penggumpalan protein. Bila katarak kecil, “awan” hanya mempengaruhi sebagian lensa. Kita mungkin tidak memperhatikan adanya perubahan dalam penglihatan anda. Katarak cenderung tumbuh perlahan, sehingga penglihatan akan semakin parah secara bertahap. Seiring dengan berjalannya waktu, daerah yang berawan di lensa bisa bertambah besar, dan katarak bisa bertambah dalam ukuran. Melihat mungkin akan lebih sulit dan penglihatan akan menjadi buram. Lensa yang jernih perlahan berubah menjadi warna kekuningan atau kecokelatan. Lensa yang jernih akan perlahan berubah menjadi berwarna seiring dengan penuaan. Pada awalnya, pewarnaan pada lensa ini mungkin tidak secara langsung, hanya kecil dan tidak menimbulkan masalah pada penglihatan. Perubahan bertahap dalam jumlah pewarnaan ini tidak mempengaruhi ketajaman gambar yang ditransmisikan ke retina. Jika Anda mengalami perubahan warna lensa, Anda mungkin tidak dapat mengenali warna biru dan ungu. Anda mungkin mengenakan apa yang Anda yakini sebagai sepasang kaus kaki hitam, hanya untuk mengetahui dari teman bahwa Anda memakai kaus kaki ungu.

Apakah katarak bisa terjadi pada bayi atau anak-anak?
Katarak pada anak-anak dikenal dengan katarak kongingental. Diperkirakan katarak kongingental bertanggung jawab untuk 5% sampai 20% dari kebutaan pada anak-anak di seluruh dunia. Insiden bervariasi dari suatu negara ke negara lainnya. Katarak dapat hadir pada saat lahir atau bisa berkembang dikemudian hari. Diperkirakan bahwa satu dari setiap 250 anak-anak akan mengembangkan katarak baik sebelum kelahiran atau selama kanak-kanak.
Ada sejumlah alasan mengapa seorang anak dapat lahir dengan katarak atau mengembangkan mereka ketika masih muda. Namun, dalam banyak kasus tidak mungkin untuk menentukan penyebab pasti. Pada anak yang lebih tua, katarak sering berhubungan akibat cedera atau peradangan mata yang berhubungan dengan rheumatoid arthritis. Selain hal tersebut ada kemungkinan lain penyebab katarak pada anak-anak, antara lain:
1. Gen dan kondisi genetic
Katarak hadir sejak lahir kadang-kadang disebabkan oleh gen yang rusak diteruskan ke anak dari orang tua mereka. Katarak juga dapat terjadi akibat kelainan kromosom atau down syndrome.
2. Infeksi pada saat kehamilan
Katarak kongenital juga bisa disebabkan oleh infeksi juga bisa disebabkan oleh infeksi oleh ibu selama kehamilan. Infeksi utama terkait dengan peningkatan resiko kongenital meliputi;
– Simplex virus herpes. Virus yang menyebabkan luka dingin.
– Cytomegalovirus (CMV). Virus yang umum seperti gejala flu.
– Rubella. Infeksi virus yang dapat menyebabkan ruam kulit merah-merah muda jerawatan
– Cacar. Kondisi ringan tapi dapat menular yang disebabkan oleh virus varicella-zoster.
– Toksoplasmosis. Infeksi parasit karena mengkonsumsi makanan, air, atau tanah yang terkontaminasi kotoran yang terinfeksi kucing.

Kita sebagai orang tua adalah sosok yang paling bertanggung jawab terhadap anak kita. Karena mereka lah masa depan kita nanti. Oleh sebab itu, jangan tunda-tunda waktu kita untuk memeriksakan kesehatan diri dan anak kita.
Di Vio Optical Clinic, anda bisa merasakan pemeriksaan mata lengkap dengan alat dan teknologi berkualitas tinggi serta anda bisa menemui ahli kesehatan mata yang bisa memberikan treatment dan solusi terbaik bagi kebutuhan kesehatan mata anda. Bahkan dengan pemeriksaan di Vio Optical Clinic, kita bisa mendeteksi sejak dini penyakit seperti katarak dan penyakit yang membahayakan penglihatan .