Sejarah Lensa Photochromic (Lensa Berubah Warna)

 

Lensa kacamata yang bisa berubah menjadi gelap saat terkena paparan sinar matahari dan kembali menjadi normal di dalam ruangan telah ada sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1960an. Versi awal dari yang sering disebut dengan Lensa Photochromic ini intensitas kecepatannya dalam berubah warna sangatlah lambat, dan terkadang lensanya bisa tersangkut ditengah jalan. Namun Lensa Photochromic versi terbarunya jauh lebih cepat mengaktivasikan dan menggelapkan lensanya, dan bahannya bisa terbuat dari kaca ataupun plastic.

Lensa Photochromic yang pertama kali dibuat dari kaca dan dikembangkan oleh para ilmuwan Amerika Serikat di Corning. Perusahaan telah melakukan telah melakukan perbaikan terhadap proses awalnya selama bertahun-tahun, namun pada umumnya, sains tetap sama kata Lionel M. Tanguy seorang insinyur aplikasi kaca di Corning Ophthalmic, di Perancis.

Lensa Photochromic yang terbuat dari kaca mengandung Kristal halida perak yang disematkan lapisan kaca. Dengan adanya sinar UV-A (panjang gelombang nm), elektron dari kaca digabungkan dengan kation perak tak berwarna untuk membentuk unsur perak. Karena unsur perak terlihat, lensa tampak lebih gelap. Pada kacamatanya (warna lensanya), reaksi ini justeru sebaliknya. Perak kembali pada keadaan ionalnya yang asli, dan lensanya kembali pada shade yang normal.

Meski lensa ini masih diproduksi, pasar untuk kaca telah menyusut sejak munculnya di pasar lensa photochromic yang terbuat dari plastic pada tahun 90an.

Bahan kimia dari lensa photochromic yang terbuat dari plastic jelaslah berbeda dengan yang terbuat dari kaca. Generasi pertama dari lensa photochromic plastik mengandalkan pewarnaan organik yang dikenal dengan pyridobenzoxazines, kata Chris Baldy, manajer pengujian kinerja lensa photochromic di Optical Transitions, yang memproduksi beberapa lensa photochromic plastik pertama. Generasi selanjutnya menggunakan Naphthopyrans, dan hari ini, Optical Transitions membuat lensa dengan indenonaphthopyrans.

Bila pewarna lensa photochromic terkena radiasi UV, ikatan kimianya rusak. Molekul tersebut kemudian disusun kembali menjadi sesies yang menyerap pada panjang gelombang yang lebih panjang di daerah yang terlihat, menyebabkan lensa menjadi gelap.

Perkembangan dalam pewarna selama bertahun-tahun telah menyebabkan aktivasi dan pembersihan yang lebih cepat, serta masa pakai yang lebih lama. Misalnya peleburan kelompok hidrokarbon bicyclic, yang disebut kelompok indene, ke salah satu cincin benzena dalam pewarna naphthopyran untuk membuat indenonaphthopyrans membantu melindungi zat warna agar tidak pecah seiring waktu.

Pewarnaan itu penting, tapi ini bukan cuma hal ini saja. Bahan lensa yang mendukung lapisan pewarna photochromic juga mempengaruhi seberapa cepat lensa menjadi gelap dan berubah warna. Pewarna Photochromic tidak bekerja dengan baik dalam lensa plastic biasa, jadi perusahaan telah mengembangkan monomer khusus namun eksklusif yang kompatibel dengan pewarna.

Bahan lensa plastik yang tipis yang digunakan untuk resep yang akurat, seperti polycarbonate dan thiourea, juga tidak mudah disesuaikan dengan pewarna photochromic. Misalnya, thioureas bisa merusak pewarnaan lensa photochromic.

Saat ini, Transitions merupakan salah satu dari sekian banyak perusahaan, termasuk Asia dan Eropa, yang memasarkan lensa photochromic plastic. Berbagai produk perusahaan menggunakan strategi serupa untuk membuat pewarna lensa photochromic, namun yang membedakan keduanya adalah komposisi dari bahan lensa masing-masing.

Sementara itu, masih ada beberapa yang memproduksikan lensa photochromic kaca. Meskipun berat dari instrinstik kaca bisa meninggalkan bekas pada hidung, lensa photochromic yang berbahan gelas menawarkan ketahanan yang lebih baik terhadap goresan dan dapat secara konsisten berubah dari gelap menjadi bening pada waktu yang sangat lama daripada lensa yang dari bahan plastik. Hal ini disebabkan oleh lensa kaca menggunakan perak anorganik yang tahan lama, sedangkan lensa plastic menggunakan molekul pewarna organic yang kuat.

Meskipun lensa kaca dan plastic photochromic telah berkembang sejak lama, salah satu kekurangannya adalah lensa ini kurang baik jika dipakai mengemudi. Halangannya adalah sebagian besar bagian yang melapisi kaca depan mobil memiliki lapisan dalam polivinil butiran yang mengandung peredam UV. Memblokir sinar UV mencegah aktivasi lensa yang gelap, membuat driver menyipitkan mata dibawah sinar matahari. Perusahaan terus merancang pewarna baru dengan menambahkan subtituen yang menyerap lebih banyak ke kawasan yang terlihat untuk lebih banyak mendapatkan aktivitas di balik kaca depan mobil. Tapi bagi sebagian besar pemilik lensa photochromic yang berada di belakang kemudi berarti mereka jug harus di belakang kacamata retro tua yang bagus.

VIO Optical Clinic merupakan Optical Plus dan Klinik mata yang memiliki tenaga ahli profesional dan bersertifikat serta teknologi dan alat pemeriksaan mata yang modern dan canggih sehingga menghasilkan resep sesuai dengan ukuran refraksi mata masing-masing pasien.

Berikut pelayanan pemeriksaan lengkap yang ada di VIO Optical Clinic:

  1. Pemeriksaan kelainan refraksi (minus, plus, silinder)
  2. Pemeriksaan tekanan bola mata
  3. Pemeriksaan retina dan kornea
  4. Pemeriksaan buta warna
  5. Pemeriksaan penglihatan ganda
  6. Melayani Terapi Mata Minus atau Ortho Keratology
  7. Melayani Low Vision Treatment
  8. Melayani jasa pemeriksaan mata lengkap di perusahaan, pendidikan, instansi pemerintah on site sesuai dengan kebutuhan customer.

For promo and appointment details, please call us:
021-29475974 Office
089502092881 WA
Line: @viooptical

Ruko Asia Tropis AT 16 no. 51 Harapan Indah Bekasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *