Efek Samping Obat-Obatan yang Berpengaruh pada Mata

 

Beberapa waktu lalu, VIO Optical Clinic kedatangan pasien dengan keluhan pandangan jauhnya buram serta mudah sekali lelah jika beraktivitas di depan layar digital. Dokter Optometry dan Team VIO pun segera melakukan pemeriksaan mata komprehensif terhadap mata pasien ini dan hasilnya menunjukkan bahwa penglihatannya TIDAK DAPAT DIKOREKSI dengan bantuan kacamata maupun alat bantu penglihatan lainnya.

 

Hasil pemeriksaan dari Funduscopy mengindikasikan terjadi Retina Atrophy (penurunan fungsi retina). Untuk memastikannya, Dokter Optometry pun menanyakan apakah pasien ini sedang mengkonsumsi obat-obatan dalam jangka waktu yang cukup lama dan ternyata pasien ini tengah mengkonsumsi obat-obatan yang telah ia konsumsi selama 5 bulan terakhir untuk terapi Tuberkolosis.

 

Dokter Optometri dan Team VIO pun merujuk pasien untuk kembali ke dokternya untuk menggani obat yang dikonsumsi atau mengurangi dosis pemakaian supaya tidak mempengaruhi lebih lanjut.

 

Mengkonsumsi obat-obatan tertentu bisa memberikan efek samping bagi kesehatan tubuh kita lainnya, padahal ada banyak obat yang justeru tidak menimbulkan efek samping. Berikut gejala-gejala umum yang sering timbul pada mata akibat penggunaan obat yang memiliki efek samping:

  1. Kelainan pada ukuran pupil

Perbedaan dalam cara pupil bereaksi terhadap cahaya (disebut dengan Aniskoria) bisa terjadi karena macam-macam obat termasuk Catapres (obat untuk hipertensi), Donnatal (lambung yang sensitif), Humulin (untuk diabetes), dan Tavist (untuk alergi)

Jika kedua pupil anda tidak pada ukuran yang sama, khususnya ketika satu pupil melebar secara tidak normal, sangat penting jika anda harus membawanya ke rumah sakit untuk penanganan darurat. Otak yang mengontrol pupil kita, jadi jika ada gangguan maka akan mempengaruhi perbedaan ukuran antara kedua pupil.

  1. Katarak

Jika anda berumur panjang, anda akan mengalami katarak (lensa mata nampak berawan sehingga sulit untuk melihat). Obat-obatan tertentu bisa mempercepat proses katarak, termasuk Cloumadin (untuk penyakit jantung), Plaquenil (malaria), dan Steroid.

  1. Mata susah untuk fokus

Istilah medis untuk kondisi ini adalah “Accomodative Insufficiency” . Kondisi ini bertumbuh lebih umum sering dengan bertambahnya usia dan juga bisa menjadi penyebab efek samping dari obat-obatan. Contohnya seperti Adipex (untuk obesitas), Celebrex (radang), Enduron (untuk hipertensi), Norpramin (depresi), dan Xanax (gelisah).

  1. Penglihatan ganda dan pandangan buram

Ada banyak penyebab-penyebab yang berpotensi pada penglihatan ganda atau pandangan buram. Obat-obatan yang memiliki efek samping ini adalah Adipex (untuk obesitas), Celebrex (radang), Lamictal (kejang-kejang), Tylenol (penghilang rasa sakit), Zantac (maag).

Jika anda mengalami penglihatan ganda atau pandangan secara tiba-tiba, parah dan non-stop, berarti anda harus segera ditangani ke rumah sakit. Kerusakan visual ini bukan hanya tidak aman (contohnya saat mengendarai), namun ini bisa jadi pertanda serius seperti Stroke atau gangguan pada otak.

  1. Mata kering

Ada banyak faktor (termasuk penggunaan komputer, lensa kontak dan alergi) bisa mengurangi produksi air mata dan menyebabkan mata kering, begitu juga penggunaan obat-obat tertentu, contohnya obat-obatan seperti Actifed (untuk alergi), Catapres (hipertensi), Detrol (kontrol kandung kemih), Paxil (depresi).

  1. Iritasi

Kemerahan pada bagian putih mata anda atau iritasi pada kelopak mata bisa terjadi akibat obat-obatan seperti Aricept, Cardizem (penyakit jantung), Enduron (penyakit jantung), Voltaren (osteoporosis)

  1. Floaters atau gangguan penglihatan lainnya.

Kilatan cahaya atau warna, floaters dan gangguan visual lain bisa terjadi karena sejumlah alasan, termasuk efek samping obat. Pengobatan yang terkait dengan gangguan penglihatan meliputi Benadryl (Alergi), Cardizem (penyakit jantung), Elavil (depresi), dan Xanax (kecemasan)

Penyebab gangguan penglihatan ini bisa tidak serius ataupun malah menjadi serius. Jadi anda harus memeriksakan mata anda pada dokter.

  1. Sensitif terhadap cahaya.

Penggunaan obat narkotika seperti kokain bisa membuat mata menjadi sensitif terhadap cahaya. Obat lainnya yang bisa membuat mata kita menjadi sensitif adalah Diabinese (untuk diabetes), Dilantin (epilepsi), Lipitor (kolestrol tinggi/penyakit jantung). Jika kondisi ini terjadi dengan parah dan pupil anda membesar, terutama jika hanya satu pupil, anda harus masuk ke Unit Gawat Darurat untuk penanganan lebih lanjut.

  1. Mata menguning

Beberapa kondisi bisa menyebabka bagian putih mata menjadi kuning, termasuk penyakit, paparan sinar matahari dan obatobatan seperti Diabinese (untuk diabetes), Elavil (depresi) dan Librium (kegelisahan). Menguning bisa jadi pertanda hepatitis. Penting untuk memeriksakan mata anda ke dokter secepatnya.

 

VIO Optical Clinic is an Optical Plus that provides you the best SOLUTIONS for your eyes

Yuk datang ke VIO Optical Clinic untuk mendapatkan Pemeriksaan Mata Komprehensif secara lengkap. Kami menyediakan berbagai macam solusi kebutuhan mata anda seperti;

  1. Pemeriksaan Kelainan Refraksi
  2. Pemeriksaan Tekanan Bola Mata
  3. Pemeriksaan Retina dan Kornea
  4. Pemeriksaan Kadar Air Mata
  5. Test buta warna
  6. Test penglihatan ganda
  7. Pemeriksaan katarak
  8. Terapi Mata Minus atau Ortho Keratology
  9. Low Vision Treatment
  10. Variasi lensa dan frame seperti Kacamata Safety, Lensa anti radiasi dan blue control, progressive lensa, Lensa kontak, Sunglasses dan masih banyak lagi.

Kunjungi VIO Optical Clinic di Ruko Asia Tropis AT 16 no. 51 Harapan Indah Bekasi (samping Transera Karaoke), call us now for exclusive promo and appointment:

021-29475974 Office

089502092881 WA (fast response)

Line: @viooptical

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *