021- 294 75 974 admin@vio.co.id

Astigmatisme / Silindris

Silindris adalah suatu kondisi penglihatan yang menyebabkan penglihatan kabur karena bentuk kornea yang tidak teratur (tidak bulat “spherical”), atau kelengkungan lensa di dalam mata. Kornea yang berbentuk tidak teratur menjadikan cahaya tidak dapat terfokus dengan benar pada retina. Akibatnya, penglihatan menjadi kabur pada jarak apapun.

Silindris adalah kondisi penglihatan yang sangat umum. Kebanyakan orang memiliki beberapa tingkat/ ukuran Silindris. Ukuran Silindris yang sedikit biasanya tidak mempengaruhi penglihatan dan tidak memerlukan perawatan/ alat bantu. Namun, jumlah yang lebih besar menyebabkan distorsi atau kabur penglihatan, ketidaknyamanan mata dan sakit kepala.

Silindris sering terjadi bersama kondisi penglihatan lain seperti rabun jauh (miopia) dan rabun dekat (hyperopia). Bersama-sama, kondisi penglihatan ini disebut sebagai kelainan refraksi karena mereka mempengaruhi bagaimana mata membelokan atau “membiaskan” cahaya.

Penyebab spesifik dari Silindris tidak diketahui. Hal ini bisa terjadi karena faktor keturunan dan biasanya hadir sejak lahir. Hal ini dapat berubah selama masa pertumbuhan, bisa membaik atau memburuk seiring waktu. Selain faktor keturunan, faktor kebiasaan dan trauma pada mata pun dapat menyebabkan timbulnya kelainan refraksi.

Sebuah pemeriksaan Optometric yang komprehensif akan mencakup pengujian untuk astigmatisme. Bergantung pada jumlah kelainan refraksinya, dokter mata/ optisi Anda akan memberikan kacamata atau lensa kontak untuk mengoreksi astigmatisme yang akan mengubah cara cahaya memasuki mata Anda.

Ada cara untuk mengobati astigmatisme, dan miopia menggunakan prosedur modifikasi kornea yang disebut orthokeratology (Ortho-k). Ortho-K adalah sebuah proses terapi tanpa operasi dan obat obatan, prosedur non-invasif tanpa rasa sakit yang melibatkan penggunaan lensa kontak kaku yang secara bertahap membentuk kembali kelengkungan kornea.

Operasi laser (Lasik) juga merupakan pilihan pengobatan yang mungkin untuk beberapa jenis astigmatisme. Operasi ini mengubah bentuk kornea dengan menghapus sejumlah kecil jaringan pada mata. Hal ini dilakukan dengan menggunakan sinar laser yang sangat terfokus pada permukaan mata.

Periksakan secara rutin kondisi kesehatan mata Anda agar penglihatan Anda tetap optimal, konsultasikan keluhan dan sampaikan bagaimana Anda beraktifitas sehari hari pada Dokter mata/ Optisi Anda agar mereka dapat membantu memberikan solusi terbaik untuk Anda. Karena kebutuhan setiap individu sebetulnya tidak dapat diseragamkan.

VIO OPTICAL CLINIC

Ruko Asia Tropis blok AT 16 no. 51

Kota Harapan Indah Bekasi

Tel: 021 – 294 75 974

E-mail : info@vio.co.id

Opening Hour : 09.00 -21.00

Optometrist Schedule :

Monday – Friday : 17:00 – 21:00

Saturday – Sunday : By Appointment

Astigmatism

Buta warna

Buta warna adalah kekurangan penglihatan atas warna. Mata tidak akan melihat warna seperti biasanya jika ada masalah dengan pigmen pada reseptor warna. Jika salah satu pigmen hilang, maka mata akan memiliki masalah melihat warna tertentu. Penderita buta warna bisa kesulitan melihat warna merah, hijau, biru, atau campuran warna-warna ini. Namun pada kondisi penderita buta warna total, tidak ada warna yang dapat dilihat sama sekali dan hal ini sangat jarang terjadi.

Buta warna merupakan kelainan genetika yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya, kelainan ini sering juga disebut sex linked, karena kelainan ini dibawa oleh kromosom X. Artinya kromosom Y tidak membawa faktor buta warna. Hal inilah yang membedakan antara penderita buta warna pada laki-laki dan perempuan. Seorang perempuan terdapat istilah ‘pembawa sifat’, hal ini menujukkan ada satu kromosom X yang membawa sifat buta warna. Perempuan dengan pembawa sifat, secara fisik tidak mengalami kelainan buta warna sebagaimana wanita normal pada umumnya, tetapi wanita dengan pembawa sifat berpotensi menurunkan faktor buta warna kepada anaknya kelak.

Ada beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis buta warna, di antaranya adalah:

  • Tes Ishihara. Tes ini yang paling umum digunakan untuk mendiagnosis buta warna dan hanya bisa mendiagnosis kondisi buta warna merah/hijau. Untuk mendiagnosis buta warna biru/kuning, dibutuhkan tes lain.
  • Tes penyusunan. Tes ini dilakukan dengan cara menyusun objek warna dalam susunan gradasi warna yang berbeda lalu pasien akan diminta untuk menyusun benda sesuai dengan gradasi warna yang dilihatnya.

Penderita buta warna mungkin hanya bisa melihat beberapa gradasi warna, sementara sebagian besar orang dapat melihat ratusan warna. Sebagai contoh, ada penderita buta warna tidak dapat membedakan antara warna merah dan hijau, namun bisa melihat warna biru dan kuning dengan mudah. Beberapa orang bahkan tidak menyadari bahwa dirinya mengalami buta warna hingga mereka menjalani tes penglihatan warna. Banyak penderita buta warna belajar beradaptasi dan menemukan cara untuk mengatasi masalah membedakan warna. Sampai saat ini belum ada obat atau metode untuk mengobati buta warna.

Itu sebabnya sangat penting untuk mengenali buta warna sejak awal. Anak-anak yang mengalami buta warna akan merasa kesulitan di sekolah jika gurunya tidak tahu tentang masalah ini. Selain itu, kondisi ini juga bisa memengaruhi pilihan pekerjaan yang memerlukan pengenalan warna secara akurat.

VIO OPTICAL CLINIC
Ruko Asia Tropis blok AT 16 no. 51
Kota Harapan Indah Bekasi
Tel: 021 – 294 75 974
E-mail: customercare@viooptical.com
Opening Hour : 09.00 -20.00
Optometrist Schedule :
Monday – Friday : 17:00 – 20:00
Saturday – Sunday : By Appointment

 

ISHIHARA TEST
Free Color Blind Test Download